Sabtu, 29 April 2017

PENDEKATAN TRADISIONAL FORMULASI TEORI AKUNTANSI

 Pendekatan Tradisional Formulasi Teori Akuntansi Reaksi Metode 
1. Deskriptif / Normatif
2. Teoritis / Unteoritis
3. Penjelasan Deskriptif / Induktif 
4. Fokus : konsep belajar kesejahteraan sosial / ekonomi

Metodologi - Metodologi dalam Penyusunan Teori Akuntansi
Perbedaan opini, pendekatan, dan penilaian akuntansi menyebabkan munculnya dua metodologi, deskriptif dan normatif:
1.      Teori deskriptif: dalam profesi akuntansi ada keyakinan yang luas bahwa akuntansi merupakan suatu seni yang tidak dapat diformalkan dan bahwa mwtodologi yang digunakan secara tradisional dalam penyusunan teori akuntansi merupakan sebuah upaya menilai apa yang terjadi melalui praktik-praktik akuntansi.
2.      Teori Normatif: berupaya menyajikan lebih pada “apa yang seharusnya” (ought to be) daripada “apa yang terjadi” (what is). 

Pendekatan-Pendekatan dalam Penyusunan Teori Akuntansi
1.      Pendekatan Non Teoritis adalah suatu pendekatan pragmatis atau praktis dan pendekatan kekuasaan
Pendekatan nonteoritis adalah suatu pendekatan yang terdiri dari:
a.      Pendekatan Pragmatis terdiri dari penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian terhadap praktik sesungguhnya yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis. Teknik-teknik dan prinsip akuntansi seharusnya dipilih atas dasar manfaatnya bagi pengguna informasi akuntansi dan keterkaitannya dengan proses pembuatan keputusan.
Pendekatan Pragmatis terdiri atas penyusunan suatu teori yang ditandai oleh kesamaannya dengan praktik dunia nyata yang berguna memberikan solusi yang sifatnya praktik. Pendekatan ini menekankan pada kepentingan praktik yang berusaha merumuskan teori dan pengembangan prinsip akuntansi sesuai dengan kegunaannya untuk memecahkan masalah praktik.


b.      Pendekatan Otoritarian dalam penyusunan teori akuntansi yang umumnya digunakan oleh organisasi profesi terdiri dari sejumlah peraturan praktik-praktik akuntansi. “Suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah teori yang buruk”.
Pendekatan Otoritas Pendekatan ini biasanya digunakan oleh badan-badan yang memiliki otoritas dalam merumuskan teori-teori sesuai dengan bidang den kewenangannya. Pendekatan otoritas memiliki keunggulan dan kelemahan. Keuanggulannya adalah apabila standar yang dihasilkan dapat diterima secara umum, maka standar tersebut telah teruji validitasnya. Kelemahannya adalah pendekatan ini belum memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, standar tersebut dianut karena sederhana, mudah diterapkan dan berguna serta cenderung tidak universal karena disusun berdasarkan kondisi tertentu dan kepentingan praktik semata

2.      Pendekatan Deduktif
Diterapkan pada akuntansi, pendekatan deduktif dimulai dengan dalil akuntansi dasar atau premis dan dilanjutkan dengan menurunkan prinsip-prinsip akuntansi melalui cara-cara logis yang dipakai sebagai pedoman dan dasar bagi pengembangan teknik-teknik akuntansi. Pendekatan ini bergerak dari umum (dalil awal tentang lingkungan akuntansi) ke khusus (pertama prinsip akuntansi dan kedua teknik akuntansi). Jika kita mengasumsikan pada titik ini bahwa dalil dasar mengenai lingkungan akuntansi terdiri atas baik tujuan maupun rumus, langkah yang digunakan untuk memperoleh pendekatan deduktif akan meliputi:
a.       Menentukan tujuan dari laporan keuangan
b.      Memilih postulat dari akuntansi
c.       Menghasilkan prinsip dari akuntansi
d.      Mengembangkan teknik dari akuntansi 

3.      Pendekatan Induktif
Pendekatan induktif dalam penyusunan teori akuntansi dimulai dengan serangkaian pengamatan, kemudian pengukuran serta selanjutnya aktivitas untuk memperoleh suatu konklusi.
Dalam penerapannya dalam akuntansi, pendekatan induktif diawali dengan observasi mengenai lingkungan keuangan dari perusahaan bisnis yang dilanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip-prinsip akuntansi dari observasi tersebut berdasarkan kepada hubungan yang berulang kembali. Argumentasi induktif dikatakan didahului oleh kondisi khusus (informasi akuntansi yang menggambarkan hubungan yang berulang kembali) ke umum (rumus dan prinsip dari akuntansi).
Pendekatan induktif dalam penyusunan teori akuntansi mencakup 4 tahap:
·         Pencatatan seluruh pengamatan
·         Penganalisaan dan pengelompokkan pengamatan untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang (kesamaan/kemiripan).
·         Penginduksian asal mula konklusi-konklusi dan prinsip-prinsip akuntansi dari pengamatan-pengamatan yang menggambarkan hubungan secara berulang.
·         Pengujian konklusi yang dibuat.

4.      Pendekatan Etis
Inti dasar dari pendekatan etis terdiri atas konsep kewajaran, keadilan, ekuitas, dan kenyataan. Konsep tersebut merupakan criteria utama dari D.R Scott untuk perumusan teori akuntansi. Scott menyamakan keadilan dengan perlakuan yang sama terhadap seluruh pihak yang berkepentingan, kenyataan dengan laporan akuntansi yang benar dan akurat tanpa kesalahan penyajian, dan kewajaran dengan jujur, tidak bias dan penyajian yang tidak memihak. Apapun konotasinya, kewajaran telah menjadi salah satu tujuan dasar akuntansi. Committee on Auditing Procedures mengacu pada criteria dari kewajaran dari penyajian, seperti: 
1.      Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip yang berlaku umum
2.      Pengungkapan
3.      Konsistensi
4.      Dapat diperbandingkan

5.      Pendekatan Sosial
Pendekatan sosiologi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh social dari teknik akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep dari kewajaran yang lebih luas, kesejahteraan social. Berdasar pada pendekatan sosiologi, prinsip atau teknik akuntansi yang ada dievaluasi untuk penerimaan dari dasar pengaruh laporannya terhadap seluruh kelompok dalam komunitas.
Pendekatan sosiologis dalam penyusunan teori akuntansi menekankan pada akibat-akibat sosial yang ditimbulkan teknik-teknik akuntansi. Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan etis yang dasarnya merupakan suatu perluasan konsep kewajaran yang dinamakan kesejahteraan sosial (social walfare).
Pendekatan sosiologis adalah socioecomic accounting dengan tujuan mendorong entitas bisnis yang beraktivitas dalam pasar bebas agar mempertanggungjawabkan aktivitas produksi mereka terhadap lingkungan sosial melalui pengukuran, internalisasi, dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

6.      Pendekatan Ekonomi
Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan pada pengendalian perilaku dari indicator-indikator makro ekonomi yang dihasilkan oleh adopsi dari berbagai teknik akuntansi. Ketika pendekatan etis berfokus pada suatu konsep kewajaran dan pendekatan sosiologis pada suatu konsep kesejahteraan social, pendekatan ekonomi berfokus pada suatu konsep dari kesejahteraan ekonomi umum. Berdasarkan pada pendekatan, pilihan dari teknik akuntansi yang berbeda akan tergantung pada pengaruh mereka pada situasi ekonomi nasional.
Oleh karenanya, dalam menyusun standar akuntansi pertimbangan yang tersirat oleh pendekatan ekonomi adalah lebih ekonomi dari pada operasional. Walaupun kepercayaan telah ada dalam pertimbangan akuntansi teknis di masa lalu, arah dari waktu menyarankan bahwa penyusunan standar mencakup juga kepentingan social dan ekonomi. Konsekuensi ekonomi dari laporan keuangan termasuk, antara lain:
a.       Distribusi kesejahteraan
b.      Tingkat risiko agregat dan alokasi risiko di antara individu
c.       Konsumsi dan produksi agregat
d.      Alokasi sumberdaya antar perusahaan
e.       Penggunaan sumber daya untuk produksi, sertifikasi, penyebaran, pemrosesan, analisis dan interpretasi dari informasi keuangan
f.       Penggunaan sumberdaya dalam pengembnagn, penyesuaian, penekanan, dan litigasi dari regulasi
g.      Penggunaan dari sumber daya dalam sector privat mencari informasi



PENDEKATAN SELEKTIF UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI
Secara umum, perumusan suatu teori akuntansi dan pengembangan prinsip-prinsip akuntansi telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai pendekatan dan bukannya hanya satu dari pendekatan yang disajikan di sini. Pendekatan selektif adalah terutama merupakan akibat dari berbagai usaha oleh individu dan professional serta organisasi pemerintahan untuk berpartisipasi dalam pematangan konsep dan prinsip dalam akuntansi. Pendekatan selektif ini telah memberikan peningkatan kepada pendekatan baru yang sedang diperdebatkan dalam literature: pendekatan peraturan, pendekatan perilaku, serta pendekatan kejadian, prediksi, dan positif.


Referensi :
Belkaoui, Ahmed Riahi. 2006. “Accounting Theory, Teori Akuntansi edisi 5”. Cengage Learning. Jakarta. Penerbit: Salemba Empat.
https://plus.google.com/105142330736583563250/posts/fyJsoAcGGQu
http://ekonomister.blogspot.co.id/2010/10/pendekatan-perumusan-teori-akuntansi.html