TUGAS 2
1. Karangan
Ilmiah dan Non Ilmiah
2. Metode
Ilmiah
3. Penyusunan
Sintesis
Nama : Elly
Mustika Maulia
NPM :
22213871
Kelas : 3EB07
DAFTAR ISI
1.
Karangan
Ilmiah dan Non Ilmiah
a.
Karangan
Ilmiah ..........................................................................
3
· Pengertian Karangan
Ilmiah .................................................. 3
· Macam –
Macam Karangan Ilmiah …………….……….... 3
· Sifat
Karangan Ilmiah ………………………….……….…. 4
· Tujuan Ilmiah ......................................................................... 4
·
Manfaat Karya Ilmiah
........................................................... 5
·
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah..................................... 5
·
Ciri-Ciri
Karangan ilmiah ……………………….……..….. 7
b.
Karangan Non Ilmiah
.................................................................. 8
· Ciri – Ciri Karangan tulis Non Ilmiah ................................... 8
· Macam-Macam Karya Non
Ilmiah …………………..……. 9
2.
Metode Ilmiah
a.
Tujuan
Penulisan Metode Ilmiah ............................................... 10
b.
Langkah
- Langkah Metode Ilmiah
.......................................... 11
3. Penyusunan Sintesis
.........................................................................
14
a. Cara Membuat Sintesis Tulisan ………………...…………….... 15
b. Cara Membuat Tulisan Dari Bahan Bacaan Yang Beragam ... 15
4.
Daftar Pustaka
……………………………………………………........… 16
1.
Karangan
Ilmiah dan Non Ilmiah
a.
Karangan Ilmiah
Karya ilmiah merupakan karya tulis
yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan
oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara
secara logis dan sistematis kepada pembaca. Karya tulis ilmiah juga bisa bisa
dikatakan sebagai tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang
dipaparkan oleh penulis atau peneliti dan dikomunikasikan dengan bahasa yang
formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum yang menyajikan
fakta umum dan ditulis menggunakan metodologi penulisan yang benar. Karya
ilmiah juga menggunakan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal dan didukung
fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ilmiah adalah karya tulis
yang membahas suatu permasalahan. Pembahasan ini dilakukan melalui pengamatan,
penyelidikan dan pengumpulan data yang dilakukan melaui proses penelitian.
Macam –
Macam Karangan Ilmiah
1. Laporan penelitian adalah laporan yang ditulis
berdasarkan penelitian.
2.
Skripsi adalah
tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (S1).
3.
Tesis adalah tulisan ilmiah
untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
4.
Disertasi adalah tulisan ilmiah
untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
5.
Surat pembaca adalah
surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
6.
Laporan kasus adalah tulisan
mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
7.
Laporan tinjauan
adalah tulisan yang berisi tinjauan karya ilmiah
dalam kurun waktu tertentu.
8. Resensi
adalah tanggapan terhadap suatu karangan atau buku
yang memaparkan manfaat karangan atau buku tersebut bagi pembaca.
9. Monograf adalah karya asli
menyeluruh dari suatu masalah. Monograf ini dapat berupa tesis ataupun
disertasi.
10.
Referat adalah tinjauan
mengenai karangan sendiri dan karangan orang lain.
11.Kabilitasi adalah
karangan-karangan penting yang dikerjakan sarjana Departemen Pendidikan
Nasional untuk bahan kuliah.
Sifat Karya Ilmiah
Formal
harus memenuhi syarat:
1.
Lugas dan tidak
emosional mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri
(interprestasi yang lain).
2.
Logis disusun berdasarkan
urutan yang konsisten.
3.
Efektif satu kebulatan
pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4.
Efisien hanya
mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
Tujuan Ilmiah
·
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil
penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
·
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga
tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi
penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan,
terutama setelah penyelesaian studinya.
·
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi
wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau
orang-orang yang berminat membacanya.
·
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki
mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah
setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari
jurusannya.
·
Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Manfaat Karya Ilmiah
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
·
Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang
efektif;
·
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai
sumber;
·
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
·
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan
sistematis;
·
Memperoleh kepuasan intelektual;
·
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
·
Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian
selanjutnya
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
1.
Bagian
Pembuka
·
Sampul
·
Halaman judul.
·
Halaman pengesahan.
·
Abstraksi
·
Kata pengantar.
·
Daftar isi.
·
Ringkasan isi.
2. Bagian Isi
Pendahuluan
·
Latar belakang masalah.
·
Perumusan masalah.
·
Pembahasan/pembatasan masalah.
·
Tujuan penelitian.
·
Metode penelitian.
Pembahasan
·
Pembahasan teori
·
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
·
Pengajuan hipotesis
Metodologi penelitian
·
Waktu dan tempat penelitian.
·
Metode dan rancangan penelitian
·
Populasi dan sampel.
·
Instrumen penelitian.
·
Pengumpulan data dan analisis data.
Hasil Penelitian
·
Jabaran varibel penelitian.
·
Hasil penelitian.
·
Pengajuan hipotesis.
·
Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang
hasil yang didapatnya.
3. Penutup
·
Kesimpulan
·
Saran
4. Bagian Penunjang
·
Daftar pustaka.
·
Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
·
Daftar Tabel
Ciri-Ciri
Karangan ilmiah
1. Struktur
Sajian Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian
awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian
awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian
gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau
subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta
rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen
dan Substansi Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun
semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar
pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya
abstrak.
3. Sikap
Penulis Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan
dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk
pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan
Bahasa Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang
tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif
dengan struktur yang baku.
b.
Karangan Non Ilmiah
Karya tulis non-ilmiah adalah karya
tulis atau karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan
pengalaman dalam kehidupan sehari – hari, bersifat subyektif, tidak didukung
fakta umum dan biasanya menggunakan gaya bahasa popular atau bahasa yang
digunakan sehari - hari.
Ciri – Ciri Karya Tulis Non Ilmiah
antara lain :
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta yang disimpulkan subyektif
3. Gaya bahasa konotatif dan populer
4. Tidak memuat hipotesis
5. Penyajian dibarengi dengan sejarah
6. Bersifat imajinatif
7. Situasi didramatisir
8. Bersifat persuasif
9. Tidak didukung bukti
Macam-Macam Karya Non
Ilmiah
·
Cerpen : Suatu bentuk
prosa naratif fiktif. Sebuah karangan yang menceritakan tentang suatu alur
cerita yang memiliki tokoh cerita dan situasi cerita terbatas.
·
Dongeng : Suatu kisah
yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur
perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup.
·
Novel : Bentuk sastra
yang paling popular di dunia. Yang merupakan karya sastra yang mempunyai unsure
intrinsik dan ekstrinsik yang keduanya saling berhubungan.
·
Drama : Suatu aksi atau
perbuatan. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk
diperankan oleh actor.
2.
Metode Ilmiah
Metode
ilmiah atau proses ilmiah (scientific method) merupakan proses keilmuan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan
melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Sederhananya, Metode ilmiah adalah cara para saintis untuk memecahkan
masalah yang dihadapi melalui tahapan tahapan tertentu, antara lain meliputi
melakukan pengamatan, penyusun hipotesis, melakukan percobaan, dan menarik
kesimpulan. Saintis atau para
peneliti bekerja dengan mengembangkan metode ilmiah dan sikap ilmiah. Sikap
ilmiah tersebut antara lain rasa ingin tahu dan mengembangkan keingintahuan,
terbuka, jujur terhadap fakta serta bersifat terbuka. Metode ilmiah biasanya dimulai dengan melakukan pengamatan atau
observasi dari sebuah kejadian yang terjadi secara berulang ulang. Pengamatan
yang cermat sangat penting bagi para peneliti atau saintis. Seluruh informasi
yang didapatkan tersebut dinamakan petunjuk empiris. Petunjuk empiris dapat dikembangkan dengan mengajukan sejumlah
pertanyaan. Apabila ditemukan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab,
seorang peneliti akan mencari sumber pengetahuan yang lain, baik dari literatur
perpustakaan ataupun pendapat saintis lain. Pada saat itu, saintis mulai
menduga duga jawaban yang memungkinkan atau membuat hipotesis. Untuk mengetahui
jawaban duga duganya benar atau salah, seorang peneliti melakukan langkah
berikutnya dalam metode ilmiah yang disebut percobaan atau eksperimen. Sebuah eksperimen dalam metode ilmiah valid jika dapat diuji ulang,
baik oleh peneliti sendiri ataupun oleh peneliti lainnya. Apabila beberapa kali
eksperimen tetap mendukung suatu hipotesis maka hipotesis tersebut akan menjadi
sebuah teori yang ilmiah. Kebenaran suatu teori akan terus menjadi tantangan
bagi para peneliti untuk melakukan eksperimen lanjutan. Teori yang telah diuji
dan hasilnya konsisten serta tidak terbantahkan akan menjadi suatu hukum
ilmiah.
Tujuan Penulisan Metode Ilmiah
1. Untuk
meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan
maupun dalam menerapkan prinsip - prinsip yang ada.
2. Untuk
meningkatkan pemahaman penulisan dangan mekanisme yang telah ditentukan.
3. Merupakan
suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan -pertimbangan
logis.
4. Untuk
mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data
yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan
kesimpulan.
5. Mendapatkan
pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan
yang dapat diandalkan.
Langkah - Langkah Metode Ilmiah
Adapun secara
ringkas langkah langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Perumuskan
masalah: Merumuskan masalah bertujuan untuk memperjelas masalah. Dengan
mengajukan beberapa atau serangkaian pertanyaan terhadap masalah yang ada dan
mengarahkannya menjadi beberapa bagian apabila masalah utama terlalu besar.
2. Melakukan
penyusunan rencana penelitian: Rencana penelitian dibuat dalam bentuk rancangan
penelitian. Bentuknya dengan membuat tujuan penelitian, melakukan penyusunan
hipotesis berdasarkan masalah dan data data yang ada sebelumnya yang berhubungan
dengan penelitian, kemudian menetapkan variabel penelitian. Selanjutnya memilih
alat dan bahan yang akan digunakan sehingga penelitian tersebut dapat berjalan
mulus, selanjutnya menetapkan langkah kerja atau metode penelitian yang akan
digunakan. Lalu menentukan populasi dan sampel, cara pengambilan datanya serta
cara menganalisis data tersebut. Hal ini tentu saja dilakukan dengan membuat
tinjauan pustaka sehingga diperoleh data data yang berhubungan dan metode
penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
3. Melakukan
penelitian: Ini merupakan langkah metode ilmiah yang dilakukan setelah rencana
penelitian atau proposal telah diterima. Penelitian sendiri tergantung pada
langkah penelitian atau metodologi penelitian yang anda gunakan. Umumnya
dimulai dari pengamatan langsung maupun tidak langsung. Penelitian bertujuan
untuk menguji hipotesis yang kita buat menggunakan rancangan percobaan yang
telah disusun. Pengetahuan terhadap peralatan percobaan merupakan hal penting
dalam pelaksanaan penelitian. Hindari human error dalam pengambilan data
penelitian. Berlatih menggunakan peralatan percobaan merupakan cara belajar
yang efektif untuk mengurangi kesalahan kerja.
4. Menyusun
kesimpulan penelitian : Setelah mengolah dan menganalisis data, langkah metode
ilmiah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Pembuatan kesimpulan
penelitian harus berdasarkan pada hasil penelitian dan tetap berpedoman pada
pandangan yang objektif.
5. Melakukan
penelitian perbaikan : Langkah metode ilmiah ini dapat anda lakukan sendiri
(lebih baik) atau dapat dilakukan oleh peneliti lain. Alasannya adalah: Suatu
penelitian akan menjadi menjadi valid secara ilmiah apabila penelitian tersebut
dapat diuji ulang baik oleh peneliti yang lain. Oleh karena itu, seluruh teori
yang ada pasti terdapat banyak peneliti yang menjadi kontributor.
6. Menulis
laporan ilmiah: Langkah metode ilmiah ini sekarang ini menjadi suatu kewajiban
mutlak sebagai peneliti untuk dapat dikatakan bernilai ilmiah. Suatu hasil
penelitian dipublikasikan agar hasil diperoleh dalam penelitian tersebut dapat
diketahui orang lain. Ada banyak jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil
penelitian khususnya penelitian yang novel atau bersifat baru dan inovatif.
Dalam jurnal ilmiah, kerangka tulisan atau outline dari suatu laporan ilmiah
disusun secara berurut dari judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan,
bahan dan metode, hasil dan pembahasan, daftar pustaka, dan juga lampiran.
Dengan adanya metode ilmiah, ilmu pengetahuan menjadi semakin berkembang.
Rahasia alam yang sebelumnya menjadi teka teki dapat ditentukan ditemukan
jawabannya. Adanya metode ilmiah juga dapat memecahkan masalah dengan penalaran
dan pembuktian yang memuaskan, serta memperoleh kebenaran yang objektif melalui
pengujian ulang hasil penelitian.
Selain
tujuan, terdapat pula manfaat yang diperoleh dari metode ilmiah. Berikut
manfaat dari metode ilmiah :
1.
Untuk menghasilkan penemuan berguna.
2.
Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
3.
Untuk memecahkan suatu masalah dengan penalaran, dan
4.
Untuk mengungkapkan kembali rahasia alam yang belum terungkap.
Kriteria
Metode Ilmiah supaya dapat digunakan dalam penelitian adalah sebagai
berikut :
1.
Berdasarkan fakta
2.
Bebas dari prasangka
3.
Menggunakan prinsip analisa
4.
Menggunakan hipotesa.
Metode itu
sendiri dapat diambil dari berbagai cara, yaitu :
1.
Prasangka, yaitu suatu anggapan benar yang kemungkinan
benar atau kadang-kadang, malah tidak benar.
2.
Intuisi, yaitu suatu pendapat seseorang yang diangkat
dari perbendaharaan pengetahuannya terdahulu melalui proses yang tidak
disadari.
3.
Trial and error, yaitu metode coba-coba atau
untung-untungan.
Sikap Ilmiah
Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan
baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga
keterbukaan. Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri
seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah
untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.
Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam
seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan karya ilmiah.
Metode
Ilmiah didasari oleh adanya sikap ilmiah. Sikap-sikap ilmiah tersebut
meliputi :
1.
Obyektif terhadap fakta.
2.
Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum
cukup data yang mendukung kesimpulan itu.
3.
Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau
gagasan orang lain.
4.
Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat.
5.
Bersikap hati-hati.
6.
Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan
(couriosity) yang tinggi.
7.
Sikap menghargai karya orang lain.
8.
Sikap tekun.
9.
Sikap berani mempertahankan kebenaran.
10. Sikap menjangkau
ke depan.
Didalam melakukan penelitian atau pengamatan tidak terlepas dari
kegiatan atau eksperimen. Eksperimen sangat menarik, tetapi sekaligus
membahayakan. Untuk itu, kita perlu mempunyai sikap dalam melakukan
pengamatan supaya dalam bereksperimen dapat berjalan dengan baik.
3. Penyusunan Sintesis
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau
elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikan
sebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan
penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk
memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga
merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan
hukum yang khusus.”
Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan
bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang
dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia. Dalam perspektif lain
“sintesis” merupakan kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatakan
berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru
yang lebih menyeluruh. Kata kerja operasional yang dapat digunakan adalah
mengategorikan, mengombinasikan, menyusun, mengarang, menciptakan, mendesain,
menjelaskan, mengubah, mengorganisasi, merencanakan, menyusun kembali,
menghubungkan, merevisi, menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, mengatur.. Metode
Sintesis Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk
menyusun satu pandangan dunia.
Cara Membuat Sintesis Tulisan
Sejumlah syarat yang harus
diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya :
1.
Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks
yang digunakannya.
2.
Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya.
3.
Sudut pandang penulis harus tajam.
4.
Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber
dengan sumber lainnya, dan
5.
Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.
Cara Membuat
Tulisan Dari Bahan Bacaan Yang Beragam
Sebuah
keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat tulisan
dari bahan bacaan yang dibacanya. menggariskan cara yang berbeda dan kita
dapat mengubah produk data anda untuk mengoptimalkan pengungkapan, Sering kali
ini memerlukan produk informasi lebih dari yang kita sediakan. Masing-masing
laporan berlaku untuk jumlah produk yang tercantum.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar