Kamis, 05 Juni 2014

Pertumbuhan Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.

·      Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2011

Perekonomian Indonesia pada tahun 2011 tumbuh sebesar 6,5%. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan pada tahun 2011 mencapai Rp 2.463,2 triliun. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDB tahun 2011 naik sebesar Rp 990,8 triliun, yaitu dari Rp 6.436,3 triliun pada tahun 2010 menjadi sebesar Rp 7.427,1 triliun pada tahun 2011.
Selama tahun 2011, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang mencapai 10,7%, diikuti oleh Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 9,2%. Sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 6,8%. Sektor Jasa-Jasa dan Sektor Konstruksi masing-masing 6,7%. Sektor Industri Pengolahan 6,2%. Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih 4,8%. Sektor Pertanian 3,0 persen dan Sektor Pertambangan dan Penggalian 1,4%. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6,9% yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB secara keseluruhan yang besarnya 6,5%.
Sektor Industri Pengolahan dan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran yang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 6,2% dan 9,2% memberikan sumbangan terhadap sumber pertumbuhan terbesar terhadap total pertumbuhan PDB yaitu masing-masing sebesar 1,6%. Selanjutnya diikuti oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang memberikan peranan sebesar 1,0%.
Pada tahun 2011 ini hanya sedikit negara di dunia yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Namun, bila dikaji lebih jauh, ternyata pertumbuhan yang relatif tinggi tersebut belum berhasil mengurangi secara berarti jumlah pengangguran dan penduduk miskin. Bila pada bulan Agustus 2010 jumlah pengangguran dan pekerja tidak penuh telah mencapai 41,59 juta orang, maka setahun kemudian yakni Agustus 2011 jumlahnya justru meningkat menjadi 42,29 juta orang. Pada bulan Maret 2011, jumlah penduduk yang tergolong miskin masih lebih dari 30 juta jiwa, padahal garis kemiskinan secara rata-rata adalah pendapatan/pengeluaran per kapita Rp 253.016 per bulan, yang berarti kurang dari US$ 1 per hari. Mengkaji berbagai macam faktor, dapat dikemukakan bahwa kegiatan ekonomi yang paling berkembang dalam beberapa tahun ini di Indonesia adalah kegiatan yang tidak padat tenaga kerja  atau kegiatan yang tidak sesuai dengan tuntutan riil yang ada.
Sementara itu, dari sisi penggunaan laju PDB 2011 bisa dilihat dari petumbuhan konsumsi rumah tangga 4,7%, kosumsi pemerintah 3,2%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 88% , ekspor 13,6% dan impor 13,3%. Distribusi PDB adalah 54,6% konsumsi rumah tangga, 9 persen belanja pemerintah, 32% PMTB, 26,3% ekspor, serta impor 24,9%.
Pada tahun 2011 yang paling mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah ekspor, total nilai ekspor mencapai USD 203,6 miliar atau meningkat 29,1% dibanding tahun 2010. Nilai tersebut dua kali lipat lebih besar dari nilai ekspor Indonesia pada lima tahun yang lalu. Peningkatan nilai ekspor Indonesia didorong oleh peningkatan ekspor non-migas sebesar USD 162 miliar atau 24,8% dan ekspor non-migas sebesar USD 41,6 miliar atau 48,3%.

·      Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2012
 
Badan Pusat Statistika (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2012 sebesar 6,23 persen dengan konsumsi domestik dan ivestasi menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi. Sedikit turun dibanding pertumbuhan ekonomi 2011 sebesar 6,5 persen. Adapun nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2012 mencapai Rp 2.618,1 triliun, naik Rp 153,4 triliun dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp 2.464,7 triliun. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDB tahun 2012 naik sebesar Rp 819,1 triliun, dari Rp 7.422,8 triliun (2011) menjadi Rp 8.241,9 triliun (2012). Pertumbuhan terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor perdagangan dan komunikasi 9,98%, dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian 1,49%. Sementara PDB Non Migas tahun 2012 tumbuh 6,81.
Indonesia pada triwulan IV/2012 dibandingkan dengan triwulan III/2013 (q to q) turun sebesar 1,45%, tapi bila dibandingkan dengan triwulan IV/2011 (y on y) tumbuh sebesar 6,11%. Adapun PDB per kapita mencapai Rp 33,3 juta (3.562,6 dollar AS) meningkat dibandingkan PDB per kapita pada 2011 sebesar Rp 30,4 juta (3.498,2 dollar AS). Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2012 turun sebesar 1,45% dibanding triwulan sebelumnya. Namun dibandingkam dengan triwulan IV/2011, ekonomi Indonesia tumbuh 6,11%. Penurunan pertumbuhan ekonomi triwulan IV/2012 terjadi karena sektor pertanian mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 23,06% akibat siklus musiman.
Sedangkan jumlah total produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2012 adalah Rp 8.241,9 triliun, sementara Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) adalah Rp 2.618,1 triliun. 
Sektor konstruksi, transportasi dan penambahan mesin untuk pemenuhan permintaan dalam negeri masih tumbuh kuat. Indonesia saat ini tengah mengalihkan perhatiaanya pada pasar dalam negeri. Dengan populasi yang besar dan pertumbuhan dari daya beli masyarakat yang terjaga akan dmanfaatkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestik. Dan negara seperti ini yang akan bertahan ditengah perkembangan global.
Menurut Kepala BPS, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan yang terbesar dalam menyerap PDB, yaitu 54,56%, disusul komponen pengeluaran konsumsi pemerintah 8,89%, komponen pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 33,16%. komponen ekspor 24,26% dan komponen impor 25,81%. Karena ada moratorium PNS, sehingga belanja pemerintah tidak terlalu tinggi. Ekspor memang rendah sehingga terjadi defisit. Jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi 2012 berasal dari konsumsi dan investasi
Proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi itu disebabkan turunnya perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang semula 4% menjadi 3,8%. Penurunan ini disebabkan turunnya kinerja ekspor Indonesia yang berdampak lesunya permintaan investasi sektor ini. Namun hal ini tidak berlaku pada konsumsi dan investasi pada bidang domestik.

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pertumbuha Ekonomi :

1.  Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber Daya Manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2.  Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud diantaranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3.  Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin – mesin canggih berdampak kepada aspek efesiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4.  Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet, dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN dan sebagainya.

5.  Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengelola SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang – barang modal yang sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang – barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


Referensi :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar