Dalam
ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa
kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis
kata bisnis dari bahasa inggris business, dari kata dasar bussy yang berarti
sibuk dalam konteks individu, komunitas ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk
mengerjakan aktifitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Bisnis
dalam semua aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang melalui saluran yang
produktif dari membeli barang mentah sampai menjadi barang jadi. Dalam ekonomi
kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk
untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik
dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha,
capital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan
seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan
kesejahteraan rakyat. Model bisnis ini kontras dengan system sosialistik,
dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau
serikat pekerja. Menurut Kismono (2001) bisnis merupakan proses sosial yang
dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan
pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu yang memiliki
nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.
Kebijakan adalah suatu ketetapan yang memuat prinsip-prinsip untuk
mengarahkan cara-cara bertindak yang dibuat secara terencana dan konsisten
dalam mencapai tujuan tertentu.
1.2
Tujuan Kebijakan Bisnis
Tujuan
bisnis merupakan hasil akhir dari yang ingin di capai oleh pelaku bisnis agar
mendapatkan hasil yg di harapkan serta didapat dilakukan oleh organisasi –
organisasi perusahaan ( produksi, pemasaran, dll ) yang akan menentukan kinerja
perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah
menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen
serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.
1.
Melindungi usaha kecil dan menengah
Kebijakan
bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas
bisnis di negara kita ini di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas.
Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai
lahan atau wilayah berusaha. Padahal justru usaha kecil ini yang perlu
dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan mempunnyai daya saing.
2.
Melindungi lingkungan hidup sekitarnya
Melakukan
bisnis atau usaha di negara kita ini memiliki aturan dan itu diharuskan. Aturan
tersebut antara lain adalah tujuannya untuk tidak merusak atau memberi dampak
negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut.Tidak
dibenarkan jika membuang limbah ke tempat yang dimanfaatkan oleh penduduk
sekitar, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga
akan meminimalisasikan dampak negatif yang nantinya akan berimbas kepada
penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3.
Melindungi konsumen
Bisnis
yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen.
Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan
atau dikecewakan oleh karena mengkonsumsi jasa atau barang yang diproduksi dari
para pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang
terbaik dan pelayannya pun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan
mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak
segan-segan bekerja sama kembali.
4.
Pendapatan pemerintah
Banyaknya
bisnis yang beroperasi di negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan
bagi negara kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar
pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut dengan devisa. Semakin
banyak untung/laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin besar pula ia
harus membayar pajak negara, demikian sebaliknya. Devisa yang diperoleh
tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-
tiap wilayah di negara kita ini. Namun sering terjadi penyelewengan terhadap
uang yang seharusnya menjadi hak rakyat ini (korupsi).
1.3
Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem
perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk
mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun
organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi
dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor
produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua
faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di
pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua
sistem ekstrem tersebut.
Selain
faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut
mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned
economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor
produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic),
pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa
melalui penawaran dan permintaan.
Macam
Sistem Perekonomian:
1. Sistem
Perekonomian Kapitalisme
Sistem ekonomi yang
memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian
kapitalis,semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang
sebesar besarnya.
2. Sistem
Perekonomian Sosialisme
Sistem perekonomian yang
memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan ekonomi, tetapi dengan campur tangan pemerintah.Pemerintah masuk ke
dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta
jenis - jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai
oleh Negara.
3. Sistem
Perekonomian Komunisme
Sistem ekonomi dimana peran
pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap
orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi. Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan
oleh pemerintah. Semua unit bisnis, dari yang kecil hingga yang besar dimiliki
oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan kebersamaan.
4. Sistem
Ekonomi Merkantilisme
Suatu sistem politik ekonomi
yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak
aset dan modal yang dimiliki negara.
5. Sistem
Perekonomian Fasisme
Paham yang mengedepankan
bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain, dengan kata lain, fasisme
merupakan sikap rasionalise yang berlebihan.
Jenis
– Jenis Perekonomian:
·
Perekonomian Terencana
Ada dua bentuk utama
perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran
Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan
menggunakan seluruh faktor produksi. Namun kepemilikan pemerintah atas
faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian
masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas
faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara
Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20.
Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan
sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi.
China misalnya mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan
swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
·
Sistem Ekonomi Tradisional
Pada kehidupan masyarakat
tradisional berkembang suatu sistem ekonomi tradisional. Dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bergantung pada sumber daya alam.
masyarakat juga memproduksi barang pemenuh kebutuhan yang di produksi hanya
untuk kebutuhan tiap-tiap rumah tangga. Dengan demikian rumah tangga dapat
bertindak sebagai konsumen, produsen, dan keduannya.
·
Perekonomian Pasar
Perekonomian pasar
bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan
dimana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka
inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang
diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme
penawaran-permintaan.
·
Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran
atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar
dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang
benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara
seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika
Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya
larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur,
pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan
negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur
yang telah melakukan privatisasi pengubahan status perusahaaan pemerintah
menjadi perusahaan swasta.
b) Sistem
Pasar
Suatu tempat atau proses
interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari barang/jasa
tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar)
dan jumlah yang di perdagangkan. Struktur pasar adalah penggolongan produsen
kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produksi
yang di hasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar
atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Struktur
pasar di bagi 2 yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak
sempurna.
1.4
Kesempatan Bisnis atau Usaha
Langkah
pertama adalah kenali diri anda sendiri. Bagaimana dengan minat dan kemampuan
anda? Bisnis adalah salah satu bidang yang luas. Bisnis termasuk peringkat
sepuluh jurusan yang paling menguntungkan dari lulusan perguruan tinggi.
Lulusannya memiliki berbagai kesempatan kerja di sektor swasta, sektor public dan non profit. Belajar
bisnis itu menggairahkan. Lingkungan yang kompetitif, tantangan pemasaran dan
penjualan barang dan jasa, kemampuan menangani proyek, negoisasi dan
menghasilkan penjualan. Jika anda ingin memulai bisnis anda sendiri atau
menjadi wirausahawan. Memulai berinvestasi dengan belajar bisnis administrasi
sebagai langkah persiapan awal yang baik. Dengan belajar bisnis, anda memiliki
peluang untuk sukses. Pilihan karir yang tak terbatas dan potensi pendapatan
yang sangat baik. Tergantung pada anda mau mengambil kesempatan atau
menghilangkannya begitu saja. Belajar bisnis tidak harus melalui lembaga
pendidikan yang formal. Anda bisa mempelajarinya dengan langsung praktek,
mengikuti pelatihan atau seminar bisnis, mengikuti forum bisnis dan masih
banyak lagi. Semakin anda sering mencoba belajar berbisnis, maka hal itu
merupakan kesempatan paling efektif. Berbisnis terbuka bagi siapa saja yang mau
mencoba dan belajar. Entah itu pria atau wanita, muda atau tua, single atau
sudah menikah. Peluang berbisnis bisa anda mulai dari bisnis baju, makanan,
property, kebutuhan rumah tangga atau jasa.
1.5
Unsur – Unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
1. Keinginan
Manusia
Keinginan manusia timbul
karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupannya. Dilihat dari
kebutuhannya, keinginan manusia dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Keinginan
pokok adalah keinginan yang pasti dipenuhi oleh setiap manusia dan merupakan
kebutuhan utama. Contohnya seperti: setiap manusia memerlukan makanan, tempat
tinggal, dan pakaian (biasa disebut sandang, pangan, papan).
b. Keinginan
tambahan adalah keinginan selain keinginan pokok. Contohnya seperti: mobil,
motor, handphone, dll. Seiring perkembangan peradaban, kebudayaan, dan ilmu
maupun teknologi sekarang keinginan manusia semakin bertambah, tidak hanya
keinginan pokok tetapi keinginan tambahan pun juga ikut bertambah dan beraneka
ragam. keanekaragaman ini dibedakan berdasarkan beberapa faktor yaitu, gender,
usia, selera, agama, pendidikan, dan adat istiadat. Karena beragamnya keinginan
manusia maka barang dan jasa yang dibutuhkan juga beragam. Misalnya manusia
makan menurut seleranya, memilih baju menurut selera dan umur. Maka dapat
disimpulkan, keinginan manusia dapat dikelompokkan menjadi 2 ciri, Keinginan
yang beraneka ragam dan keinginan yang tak terbatas.
2. Sumber-Sumber
Daya
Sumber daya adalah suatu
nilai yang memiliki potensi atau unsur dalam kehidupan. Sumber daya dapat
berupa fisik dan non fisik. Sumber daya dapat berubah ataupun hilang dapat juga
kekal. Selain itu sumber daya juga dapat pulih atau terbarukan dan tidak
terbarukan. Sumber daya yang dapat pulih contohnya tanaman dan hewan (sumber
daya hayati). Dalam ekonomi, sumber daya dibutuhkan untuk memenuhi
keinginan-keinginan manusia. Sumber daya dapat dikatakan sebagai faktor-faktor
produksi. Sumber - sumber daya ada yang disediakan oleh alam ada juga yang
dibuat oleh manusia untuk memproduksi barang dan jasa. Sumber daya (faktor
produksi) dapat dibedakan menjadi :
1) Tanah
dan alam
2) Modal
3) Keahlian
3. Cara-Cara
Berproduksi
Pada umumnya pembuatan suatu
barang merupakan diluar bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang atau
jasa-jasa yang harus diproduksi, berapa banyak yang harus diproduksi dan cara
apa yang dilakukan untuk memproduksi barang maupun jasa dengan meminimalkan
pembiayaan merupakan bidang ekonomi dan harus diperhatikan oleh ahli-ahli
ekonomi.
1.6
Hakikat Bisnis
Hakikat
Bisnis adalah kebutuhan manusia yang berupa barang dan jasa yang harus
terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang
atau tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua belah
pihak.
Hakikat
bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun
masyarakat luas. Seorang pebisnis akan selalu melihat adanya kebutuhan
masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga
masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si
pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.
Seorang
pebisnis atau wirausahawan akan melihat kebutuhan masyarakat
lingkungannya.Upaya ini merupakan proses mengidentifikasi potensi bisnis, bahkan
dalam hal ini biasanya diikuti dengan perkiraan atau antisipasi atas
pertumbuhan potensi pasar tersebut di masa datang. Disamping itu juga akan
memperhitungkan adanya persaingan yang timbul dari pengusaha lain yang juga
bergerak dalam melayani kebutuhan pasar yang sejenis. Disisi lain pengusaha
haruslah memikirkan tersedianya sumber daya serta sumber dana beserta dengan
cara yang sebaik-baiknya guna melayani kebutuhan pasar tersebut dengan
memproduksikan dan menyajikan barang dan jasa yang dihasilkan itu kepada
masyarakat, kelebihan hasil di ongkosnya itulah yang merupakan laba atau
keuntungan.
1.7
Mengapa Harus Belajar Bisnis
Bisnis merupakan ilmu yang sangat
diperlukan demi tercapainya kepuasan hidup manusia. Banyak kesuksesan yang
dapat di raih dalam bidang bisnis, pada awalnya manusia memulai dari
sebuah peluang bisnis sehingga dapat dicapainya kesuksesan di bidang-bidang
yang lain. Dapat dikatakan bisnis merupakan sebuah investasi manusia dalam
hidupnya, sehingga tercapainya kebahagiaan atau kepuasan hidup. Setiap hal yang
terdapat dalam lingkungan bisnis merupakan hal yang dapat dimanfaatkan untuk
mencapai keuntungan. Bisnis juga akan mengajari kita menghapai sebuah
pertarungan dan masalah-masalah yang tidak biasa sehingga melatih kita untuk mengembangkan
potensi berfikir yang lebih luas untuk memecahkan segala masalah.
Selain itu untuk
dapat bersaing dalam dunia kerja(pilihan karir atau profesi) pada nantinya dan
merangkai masa depan yang lebih baik. Menurut saya belajar bisnis itu sangat
bermanfaat untuk kehidupan sehari hari. Tidak hanya untuk mendapatkan laba
saja, tetapi juga dengan mempelajari bisnis kita untuk dapat mengetahui cara –
cara bersosialisasi dengan baik seperti bagaimana cara untuk menjalin relasi
dengan baik, bagaimana cara untuk berkata dengan sopan, bagaimana cara untuk
memproduksi barang ataupun jasa, apa yang harus dilakukan dalam situasi
tertentu, bagaimana cara untuk memecahkan masalah, bagaimana cara untuk
menghadapi resiko, bagaimana untuk mengembangkan usaha dan masih banyak lagi
manfaat dari belajar bisnis. Bisnis bersifat unik, yaitu hanya orang –orang
yang mau berusaha dan berani menerima resikolah yang dapat berkembang di
bisnisnya itu. Karena di abad ini adalah abad persaingan dan teknologi sudah
mengalami globalisasi, sudah seharusnya kita sebagai generasi muda yang
memiliki masa depan dapat diharapkan untuk bisa berbisnis. Jadilah manusia yang
intelektual dengan mengembangkan ide – ide yang dimiliki.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar