Pasar adalah sebagai tempat
bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan
jasa. Sedangkan arti pasar adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para
penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual-beli barang. Adapun definsi pasar
adalah sebagai mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang dapat menata
kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak penjual. Mekanisme
tersebut jangan hanya dimengerti sebagai cara pembeli dan penjual bertemu dan
kemudian berpisah, tetapi lebih dari itu harus dimaknai sebagai tatanan atas
berbagai bagian, yaitu para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang
diperjualbelikan, aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang
disepakati oleh para pelakunya, serta regulasi pemerintah yang saling terkait,
berinteraksi, dan secara serentak bergerak bagaikan suatu mesin.
Pasardimana para pembeli dan
para penjual melakukan interaksi dapat dibedakan menjadi pasar komoditas dan
pasar faktor. Pasar komoditas adalah interaksi antara para pembeli dan para
penjual dari suatu komoditas dalam menentukan jumlah dan harga barang atau jasa
yang diperjualbelikan. Sedangkan pasar faktor adalah interaksi antara para
pengusaha (pembeli faktor-faktor produksi) dengan para pemilik faktor produksi
untuk menentukan harga (pendapatan) dan jumlah faktor-faktor produksi yang akan
digunakan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diminta masyarakat.
Pasar sendiri memiliki tiga
fungsi, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi.
Sedangkan menurut fisiknya, jenis pasar dibedakan ke dalam pasar konkret dan
pasar abstark. Pasar konkret merupakan tempat pertemuan antara pembeli dan
penjual untuk melakukan transaksi secara langsung. Barang yang dijual belikan
juga tersedia di pasar tersebut. Sedangkan pasar abstrak merupakan pasar tidak
nyata dimana transaksi antar penjual dan pembeli hanya dilakukan melalui
telepon, internet, dan lain-lain.
Interaksi yang terjadi
antara penjual dan pembeli akan menentuakn tingkat harga suatu komoditas (barang
atau jasa) dan jumlah komoditas yang diperjual belikan. Sehingga dalam ilmu
ekonomi bila kita berbicara tentang pasar, maka secara otomatis kita akan
membicarakan mengenai pertemuan antara penjual dan pembeli, barang/jasa yang
dijual, serta harga tertentu atas barang/jasa yang dijual tersebut.
Sedangkan pemasaran adalah
proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi
mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan
keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan
pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia.
Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya.
Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia
tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya
yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka
manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan
sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan
kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai
dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang
(place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang
pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam
konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.
1.2 Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar menurut bentuk
kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Pasar
Nyata.
Pasar nyata adalah pasar
dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli.
Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
2. Pasar
Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar
dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak
membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja.
Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara
transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar
tradisional dan pasar modern.
1. Pasar
Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang
bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar
menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang
berupa barang kebutuhan pokok.
2. Pasar
Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat
modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm
layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan
tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan
distribusi. Menurut keluasaan
distribusinya barang yang
dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
1.
Pasar Lokal
2.
Pasar Daerah
3.
Pasar Nasional dan
4. Pasar
Internasional
1.3 Konsep – Konsep Inti
Pemasaran
1.
Kebutuhan
Konsep
dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia
adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan
yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena bukan hanya
fisik (makanan, pakaian, perumahan dll) tetapi juga rasa aman, aktualisasi
diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari
masyarakat konsumen, bila tidak puas konsumen akan mencari produk atau jasa
yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
2.
Keinginan
Bentuk
kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual
dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan
memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan
yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin
luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga
dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi
kebutuhan manusia dengan menenbus keterbatasan tersebut, paling tidak
meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh : manusia butuh makan, tetapi
keinginan untuk memuaskan lapar tersebut tergantung dari budayanya dan
lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan
gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll.
3.
Permintaan
Dengan
keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya
manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling
memuaskan. Sehingga munculah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan
produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
4.
Produk (Organisasi, jasa,
ide)
Sejalan
dengan munculnya kebutuhan, keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha keras
untuk mempelajarinya, mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku
konsumen, menganalisis keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk
atau jasa apa yang sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai,
dan lain-lain. Dengan kegiatan diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan
segala sesuatu kepada pasar untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi
sehingga konsumen dapat memuaskan kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu
disebut produk. Produk tidak hanya mencakup obyek fisik, tetapi juga jasa,
orang, tempat, organisasi ataupun gagasan. Contoh : perusahaan manufaktur
menyediakan : barang (komputer, monitor, printer), jasa (pengiriman,
pemasangan, pelatihan, perbaikan, dan pemeliharaan), ide / gagasan (kekuatan /
keunggulan jenis komputer)
5.
Nilai Pelanggan
Karena
semua perusahaan berusaha menawarkan produk dan jasa yang superior, maka
konsumen dihadapkan pada pilihan yang beranekaragam. Konsumen membuat pilihan
pembeli berdasarkan pada persepsi mereka mengenai nilai yang melekat pada
berbagai produk dan jasa ini. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai
total yang dinikmati pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk
dan biaya total yang menyertai produk tersebut. Nilai total antara lain nilai
dari produk, jasa, personil pemasar, biaya waktu, biaya energi yang
dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian nilai, konsumen akan mengevaluasi
dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan dan peluang untuk membeli
ulang produk tersebut.
6.
Kepuasan Pelanggan
Kepuasan
pelanggan tergangtung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai
relative terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau
bahkan melebihi harapan, pembelinya merasa puas. Perusahaan yang cerdik
mempunyai tujuan membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang
dapat merekaserahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka
janjikan.
7.
Mutu
Kepuasan
pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total Quality
Management (TQM) yaitu program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk,
jasa dan proses pemasaran secara terus menerus. TQM memiliki komitmen antara
lain:
a. Focus
terhadap pelanggan
b. Memiliki
obsesi yang tinggi terhadap kualitas
c. Menggunakan
pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
d. Memiliki
komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses
e. Memperbaiki
proses secara kesinambungan
f. Menyelenggarakan
pendidikan dan pelatihan untuk karyawan
8.
Pertukaran
Pertukaran
adalah tindakan untuk memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan
menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Ada 5 kondisi yang harus dipenuhi agar
pertukaran dapat terjadi:
a. Terdapat
sedikitnya dua pihak
b. Masing-masing
pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain
c. Masing-masing
pihak mampu berkomunitas dan melakukan penyerahan
d. Masing-masing
pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran
e. Masing-masing
pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat
(negoisasi)
9.
Transaksi
Transaksi
adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua macam
nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan tempat.
10.
Hubungan
Proses
menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai
dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata lain
hubungan adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan
pihak-pihak pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna
mempertahankan bisnis jangka panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam
jangka panjang antara lain:
a. Saling
mempercayai, saling menguntungkan
b. Menjanjikan
dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang pantas
antar pihak
c. Menghasilkan
ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang berkepentingan
d. Menekan
biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan
11.
Jaringan
Jaringan
terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung; pelanggan, supliré,
distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan dan pihak lain yang bersama-sama
dengan firm telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
12.
Pasar
Pasar
terdiri dari semua pelanggan potencial yang memiliki kebutuhan atau keinginan
tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran
untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
13.
Pemasar dan Calon Pembeli
Seseorang
yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran
tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar
sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran
tersebut. Jadi konsep inti pemasaran adalah :
a. Proses
perencanaan dan pelaksanaan pemikiran
b. Penetapan
harga, promosi
c. Penyaluran
gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan-tujuan individu dan organisasi.
1.4 Manajemen Pemasaran
v Manajemen
Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh
perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang
dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum
barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan
pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan
usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik
terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
v Secara
definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan
dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan
pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler,
1980).
Perusahaan
yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk
mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang
terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep
Pemasaran".
Untuk
mencapai tujuan organisasi, pemasar harus pintar mengelola permintaan. Untuk
itu ia harus paham keadaan permintaan. Inilah 8 keadaan permintaan menurut
Kotler&Keller :
1. Permintaan
negative, konsumen tak suka produk dan mungkin berusaha menghindarinya.
2. Tak
ada permintaan, konsumen mungkin tak sadar akan produk atau tidak tertarik pada
produk.
3. Permintaan
laten, konsumen mungkin mempunyai kebutuhan yang kuat yang tidak bisa dipenuhi
oleh produk yang ada.
4. Permintaan
menurun, konsumen mulai jarang membeli produk atau tidak membeli sama sekali.
5. Permintaan
tak teratur, konsumen membeli secara musiman, mingguan, bulanan, harian atau
bahkan jam-jaman.
6. Permintaan
penuh, konsumen membeli semua produk yang dilempar ke pasar.
7. Permintaan
berlimpah, konsumen bersedia membeli produk lebih banyak dari produk yang ada.
8. Permintaan
tak sehat, konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki konsekuensi
social yang tidak diinginkan
·
Falsafah Manajemen Pemasaran
Menurut
Kotler dan Amstrong (2001, pp19-25), ada lima konsep alternatif yang melandasi
aktivitas pemasaran organisasi, yaitu :
1. Konsep Produksi : Falsafah yang menyatakan
bahwa konsumen akan menyukai produk yang mudah diperoleh dan sangat terjangkau.
Oleh karena itulah manajemen harus berfokus pada perbaikan efisiensi produksi
dan distribusi.
2. Konsep Produk : Gagasan bahwa konsumen akan
menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja, dan sifat terbaik, serta
organisasi tersebut harus mencurahkan tenaganya untuk melakukan perbaikan atas
produknya secara terus menerus.
3. Konsep Penjualan : Gagasan bahwa konsumen
tidak akan membeli cukup banyak produk perusahaan kecuali jika perusahaan
tersebut melakukan usaha penjualan dan promosi dalam skala besar.
4. Konsep
Pemasaran : Falsafah manajemen pemasaran mengatakan untuk mencapai tujuan
organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran
serta pemuas kebutuhan pelanggan secara selektif dan efisien daripada yang
dilakukan pesaing.
5. Skala Pemasaran berwawasan sosial : Gagasan
yang menyatakan bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan
minat pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih
efektif.
Antara
konsep penjualan dan konsep pemasaran kadang – kadang membingungkan. Dari bagan
di bawah ini dapat dilihat pada konsep penjualan memandang diri dalam ke
keluar. Konsep tersebut juga dimulai dari pabrik, terfokus pada produk
perusahaan yang sudah ada, dan meminta penjualan dan promosi gencar untuk
memperoleh penjualan yang menguntungkan. Konsep ini sangat terfokus dalam
menaklukkan pelanggan mendapatkan penjualan jangka pendek dengan sedikit
perhatian mengenai siapa atau mengapa membeli. Sebaliknya, konsep pemasaran
memandang dari luar ke dalam. Konsep ini berawal dari pasar yang dikenal baik,
berfokus pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua aktivitas pemasaran
yang mempengaruhi pelanggan, berdasarkan nilai dan kepuasan pelanggan. Dengan
konsep pemasaran, perusahaan membuat apa yang diinginkan pelanggan dan
menghasilkan laba.
1.5 Bauran Pemasaran
Bauran
pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran
yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai
tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Dalam bukunya, Sofjan Assauri
mendefinisikan bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan
oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi,
bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan
digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar
sasarannya.
Seperti diketahui, strategi pemasaran
adalah suatu himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan
oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang
dan tujuan perusahaan jangka panjang, dalam situasi persaingan tertentu. Dalam
strategi pemasaran ini, terdapat Strategi Acuan/Bauran Pemasaran yang
menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran,
untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan
dan sasaran perusahaan.
Bauran
pemasaran terdapat empat komponen, yaitu :
1. Bauran
produk merupakan posisi produk dan strategi produk, serta menekankan bahwa
strategi pemasaran yang sukses memerlukan integrasi tinggi dari produk, harga,
promosi dan distribusi. Posisi produk dan diferensiasi adalah kunci dari
strategi pemasaran yang sukses. Hal ini mejelaskan bagaimana sebaiknya suatu
bisnis memposisikan produknya relatif terhadap kebutuhan pelanggan dan pesaing
serta bagaimana sumber diferensiasi diperlukan untuk membuat posisi produk ini
berbeda dan superior dibandingkan produk pesaing.
2. Hargamerupakan
bagian penting nilai pelanggan dan profitabilitas usaha. Harga tinggi memang
baik untuk margin tapi dapat menyebabkan volume pelanggan yang rendah jika
keuntungan bayangan kurang dari harga bayangan. Dalam pasar kompetitif dimana
mungkin terdapat diferensiasi produk, market based pricing menyajikan rasional
pricing dirancang untuk mengantar tingkatan tinggi nilai pelanggan dan
profitabilitas usaha.
3. Saluran
distribusi merupakan sarana bagi pemasar untuk menentukan bagaimana dan dimana
konsumen akan membeli barang yang diperlukan. Strategi saluran distribusi
sendiri tidak sederhana, yang hanya sekedar memilih lokasi yang baik, tetapi
lebih melihat bagaimana permintaan dari konsumen dari waktu ke waktu yang semakin
canggih yang sejalan dengan perkembangan produk, merek pesaing dan akses
informasi melalui internet. Keputusan saluran distribusi sangat mahal karena
adanya faktor tanah, bangunan, lokasi penyuplai, kebutuhan infrastruktur IT,
dan melihat saluran distribusi yang dikembangkan perusahaan.
4. Promosiadalah
bagaimana perusahaan mengkomunikasikan produk/jasanya kepada saluran distribusi
dan pasar sasarannya untuk mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.Promosi
dibedakan menjadi 3, yaitu penjualan pribadi (personal selling), penjualan
massa (mass selling), dan promosi penjualan (sales promotion).
Keempat
strategi tersebut saling mempengaruhi, sehingga semuanya penting sebagai satu
kesatuan strategi, yaitu Strategi Acuan/Bauran. Sedangkan strategi bauran
pemasaran ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, dan berfungsi sebagai
pedoman dalam menggunakan unsur-unsur atau variabel-variabel pemasaran yang
dapat dikendalikan pimpinan perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam
bidang pemasaran.
1.6 Tujuan Sistem Pemasaran
Tujuan
pemasaran atau marketing objective, adalah segala target dan kebijakan
marketing yang telah ditetapkan oleh perusahaan melalui bagian pemasaran.
Berdasarkan waktunya, tujuan pemasaran dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Jangka
Pendek
Yang meliputi target penjualan secara
menyeluruh pada tiap periode yang telah di tetapkan, misalnya target penjualan
per kwartal, target penjualan tahunan dll.
2. Jangka
Panjang
Menanamkan kekuatan citra produk di
pasar. Sehingga memiliki segmen pasar yang jelas dan stabil serta dikenal
banyak orang.
Pada
prakteknya, kedua tujuan ini umumnya disusun berdasarkan :
v Target
Pasar
Menentukan target pasar
adalah hal yang sangat mempengaruhi hasil penjualan nantinya. Survey dan
analisa mendalam diperlukan untuk dapat menetapkan target pasar se-spesifik
mungkin. Kesalahan menetapkan target pasar dapat berakibat sangat fatal, yaitu
kegagalan penjualan. Beberapa data target pasar berikut dapat dijadikan acuan :
- Demografi
pasar (Jenis Kelamin, Usia, Kelas Sosial dsb)
- Kondisi
wilayah pemasaran
- Tingkat
ekonomi wilayah
v Kebutuhan
Konsumen
Memahami tingkat kebutuhan
konsumen terhadap suatu produk yang akan kita tawarkan adalah juga sangat
mempengaruhi strategi pemasaran dan target penjualan nantinya. Produk bahan
pokok relatif tidak membutuhkan promosi yang terlalu spesifik, akan tetapi
untuk produk non-bahan pokok apalagi jika produk baru perlu ditunjang dengan
strategi promosi yang tepat dan terencana.
v Kepuasan
Konsumen
Sasaran utama dalam setiap
tujuan pemasaran adalah konsumen yang puas. Kepuasan konsumen ini sebisa
mungkin dapat diukur, sehingga kontinuitas perbaikan tetap dapat dilakukan.
v Strategi
Pemasaran Terpadu
Komunikasi dan strategi
pemasaran harus dibangun secara cermat berdasarkan semua data yang telah
dikumpulkan dan tetap dapat dikontrol pelaksanaannya sehingga proses perbaikan
terus terjadi (continuous improvement). Sifat strategi pemasaran harus lah
dinamis dan mengikuti perkembangan tanpa meninggalkan atau melupakan citra
produk yang ditawarkan.
Tujuan
pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai olehperusahaan
melalui bagian pemasaran
1. Titik
awalnya adalah konsumen target
2. Fokusnya
adalah kebutuhan konsumen
3. Sasarannya
adalah laba melalui kepuasan konsumen
4. Caranya
melalui paduan antara promosi dan komunikasi pemasaran -> komunikasi
pemasaran terpadu
Kepuasan
konsumen akan tercapai apabila perusahaan mampu untuk menyediakan consumer
value package, yang berupa :
1. Produknya
-> berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen
2. Harganya
-> dapat terjangkau oleh konsumen target
3. Pelayanannya
-> kepada konsumen memuaskan
4. Citra
produknya -> baik dari sudut pandang konsumen
Apabila
kepuasan konsumen tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan
meningkat, dan akhirnya tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba.Sebaliknya,
apabila perusahaan melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut
pandang produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun,
sehingga laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian.Kepuasan
konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran
atau marketing.
1.7 Pendekatan Dalam Mempelajari
Pemasaran
Pendeketan-pendekatan dalam mempelajari
sistem pemasaran adalah:
1.
Pendekatan Serba Fungsi:
Dari
apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu: pembelian, pengankutan, penjualan,
penyimpanan, pembelanjaan, penganggungan risiko, standarisasi dan grading, juga
pengumpulan informasi pasar.
2.
Pendekatan Serba Lembaga
Dilihat
dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal: produsen,
suplier, perantara dagang,dll.
3.
Pendekatan Serba Barang
(Organisasi Industri)
Studi
tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau
konsumen industri.
4.
Pendekatan Serba Manajemen
Dilihat
dari pendapatan manajer serta keputusan yang diambil.
5.
Pendekatan Serba Sistem
Menyangkut
elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba
fungsi, manajemen, produksi, dan lembaga.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar