Senin, 23 Desember 2013

BAB 6 PEMASARAN

1.1 Pengertian Pasar dan Pemasaran

Pasar adalah sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Sedangkan arti pasar adalah suatu tempat dimana pada hari tertentu para penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual-beli barang. Adapun definsi pasar adalah sebagai mekanisme (bukan hanya sekedar tempat) yang dapat menata kepentingan pihak pembeli terhadap kepentingan pihak penjual. Mekanisme tersebut jangan hanya dimengerti sebagai cara pembeli dan penjual bertemu dan kemudian berpisah, tetapi lebih dari itu harus dimaknai sebagai tatanan atas berbagai bagian, yaitu para pelaku seperti pembeli dan penjual, komoditas yang diperjualbelikan, aturan main yang tertulis maupun tidak tertulis yang disepakati oleh para pelakunya, serta regulasi pemerintah yang saling terkait, berinteraksi, dan secara serentak bergerak bagaikan suatu mesin.
Pasardimana para pembeli dan para penjual melakukan interaksi dapat dibedakan menjadi pasar komoditas dan pasar faktor. Pasar komoditas adalah interaksi antara para pembeli dan para penjual dari suatu komoditas dalam menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang diperjualbelikan. Sedangkan pasar faktor adalah interaksi antara para pengusaha (pembeli faktor-faktor produksi) dengan para pemilik faktor produksi untuk menentukan harga (pendapatan) dan jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diminta masyarakat.
Pasar sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi. Sedangkan menurut fisiknya, jenis pasar dibedakan ke dalam pasar konkret dan pasar abstark. Pasar konkret merupakan tempat pertemuan antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi secara langsung. Barang yang dijual belikan juga tersedia di pasar tersebut. Sedangkan pasar abstrak merupakan pasar tidak nyata dimana transaksi antar penjual dan pembeli hanya dilakukan melalui telepon, internet, dan lain-lain.
Interaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli akan menentuakn tingkat harga suatu komoditas (barang atau jasa) dan jumlah komoditas yang diperjual belikan. Sehingga dalam ilmu ekonomi bila kita berbicara tentang pasar, maka secara otomatis kita akan membicarakan mengenai pertemuan antara penjual dan pembeli, barang/jasa yang dijual, serta harga tertentu atas barang/jasa yang dijual tersebut.
Sedangkan pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

1.2 Jenis-Jenis Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu:
1.    Pasar Nyata.
Pasar nyata adalah pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
2.    Pasar Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
1.    Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
2.    Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
                               


Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan
distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:

1.    Pasar Lokal
2.    Pasar Daerah
3.    Pasar Nasional dan
4.    Pasar Internasional

1.3 Konsep – Konsep Inti Pemasaran

1.    Kebutuhan
Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena bukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll) tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas konsumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
2.    Keinginan
Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menenbus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh : manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut tergantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll.
3.    Permintaan
Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Sehingga munculah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
4.    Produk (Organisasi, jasa, ide)
Sejalan dengan munculnya kebutuhan, keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha keras untuk mempelajarinya, mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku konsumen, menganalisis keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk atau jasa apa yang sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain. Dengan kegiatan diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada pasar untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga konsumen dapat memuaskan kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu disebut produk. Produk tidak hanya mencakup obyek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat, organisasi ataupun gagasan. Contoh : perusahaan manufaktur menyediakan : barang (komputer, monitor, printer), jasa (pengiriman, pemasangan, pelatihan, perbaikan, dan pemeliharaan), ide / gagasan (kekuatan / keunggulan jenis komputer)
5.    Nilai Pelanggan
Karena semua perusahaan berusaha menawarkan produk dan jasa yang superior, maka konsumen dihadapkan pada pilihan yang beranekaragam. Konsumen membuat pilihan pembeli berdasarkan pada persepsi mereka mengenai nilai yang melekat pada berbagai produk dan jasa ini. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya total yang menyertai produk tersebut. Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil pemasar, biaya waktu, biaya energi yang dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian nilai, konsumen akan mengevaluasi dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan dan peluang untuk membeli ulang produk tersebut.
6.    Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan tergangtung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relative terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi harapan, pembelinya merasa puas. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat merekaserahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.
7.    Mutu
Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total Quality Management (TQM) yaitu program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk, jasa dan proses pemasaran secara terus menerus. TQM memiliki komitmen antara lain:
a.      Focus terhadap pelanggan
b.      Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
c.    Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
d.     Memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses
e.      Memperbaiki proses secara kesinambungan
f.       Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan
8.    Pertukaran
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Ada 5 kondisi yang harus dipenuhi agar pertukaran dapat terjadi:
a.      Terdapat sedikitnya dua pihak
b.     Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain
c.      Masing-masing pihak mampu berkomunitas dan melakukan penyerahan
d.      Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran
e.    Masing-masing pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat (negoisasi)
9.    Transaksi
Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua macam nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan tempat.
10. Hubungan
Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata lain hubungan adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan bisnis jangka panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam jangka panjang antara lain:
a.      Saling mempercayai, saling menguntungkan
b.      Menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang pantas antar pihak
c.      Menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang berkepentingan
d.      Menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan

11. Jaringan
Jaringan terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung; pelanggan, supliré, distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan dan pihak lain yang bersama-sama dengan firm telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
12. Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potencial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
13. Pemasar dan Calon Pembeli
Seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut. Jadi konsep inti pemasaran adalah :
a.      Proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran
b.      Penetapan harga, promosi
c.      Penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.

1.4 Manajemen Pemasaran
v  Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
v  Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).

Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".
Untuk mencapai tujuan organisasi, pemasar harus pintar mengelola permintaan. Untuk itu ia harus paham keadaan permintaan. Inilah 8 keadaan permintaan menurut Kotler&Keller :
1.  Permintaan negative, konsumen tak suka produk dan mungkin berusaha menghindarinya.
2.    Tak ada permintaan, konsumen mungkin tak sadar akan produk atau tidak tertarik pada produk.
3.    Permintaan laten, konsumen mungkin mempunyai kebutuhan yang kuat yang tidak bisa dipenuhi oleh produk yang ada.
4.    Permintaan menurun, konsumen mulai jarang membeli produk atau tidak membeli sama sekali.
5.    Permintaan tak teratur, konsumen membeli secara musiman, mingguan, bulanan, harian atau bahkan jam-jaman.
6.    Permintaan penuh, konsumen membeli semua produk yang dilempar ke pasar.
7.  Permintaan berlimpah, konsumen bersedia membeli produk lebih banyak dari produk yang ada.
8.   Permintaan tak sehat, konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki konsekuensi social yang tidak diinginkan

·         Falsafah Manajemen Pemasaran

Menurut Kotler dan Amstrong (2001, pp19-25), ada lima konsep alternatif yang melandasi aktivitas pemasaran organisasi, yaitu :

1.     Konsep Produksi : Falsafah yang menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang mudah diperoleh dan sangat terjangkau. Oleh karena itulah manajemen harus berfokus pada perbaikan efisiensi produksi dan distribusi.

2.     Konsep Produk : Gagasan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja, dan sifat terbaik, serta organisasi tersebut harus mencurahkan tenaganya untuk melakukan perbaikan atas produknya secara terus menerus.

3.     Konsep Penjualan : Gagasan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk perusahaan kecuali jika perusahaan tersebut melakukan usaha penjualan dan promosi dalam skala besar.

4.    Konsep Pemasaran : Falsafah manajemen pemasaran mengatakan untuk mencapai tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta pemuas kebutuhan pelanggan secara selektif dan efisien daripada yang dilakukan pesaing.

5.     Skala Pemasaran berwawasan sosial : Gagasan yang menyatakan bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif.

Antara konsep penjualan dan konsep pemasaran kadang – kadang membingungkan. Dari bagan di bawah ini dapat dilihat pada konsep penjualan memandang diri dalam ke keluar. Konsep tersebut juga dimulai dari pabrik, terfokus pada produk perusahaan yang sudah ada, dan meminta penjualan dan promosi gencar untuk memperoleh penjualan yang menguntungkan. Konsep ini sangat terfokus dalam menaklukkan pelanggan mendapatkan penjualan jangka pendek dengan sedikit perhatian mengenai siapa atau mengapa membeli. Sebaliknya, konsep pemasaran memandang dari luar ke dalam. Konsep ini berawal dari pasar yang dikenal baik, berfokus pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua aktivitas pemasaran yang mempengaruhi pelanggan, berdasarkan nilai dan kepuasan pelanggan. Dengan konsep pemasaran, perusahaan membuat apa yang diinginkan pelanggan dan menghasilkan laba.

1.5 Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Dalam bukunya, Sofjan Assauri mendefinisikan bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi, bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.

            Seperti diketahui, strategi pemasaran adalah suatu himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka panjang, dalam situasi persaingan tertentu. Dalam strategi pemasaran ini, terdapat Strategi Acuan/Bauran Pemasaran yang menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.

Bauran pemasaran terdapat empat komponen, yaitu :

1.    Bauran produk merupakan posisi produk dan strategi produk, serta menekankan bahwa strategi pemasaran yang sukses memerlukan integrasi tinggi dari produk, harga, promosi dan distribusi. Posisi produk dan diferensiasi adalah kunci dari strategi pemasaran yang sukses. Hal ini mejelaskan bagaimana sebaiknya suatu bisnis memposisikan produknya relatif terhadap kebutuhan pelanggan dan pesaing serta bagaimana sumber diferensiasi diperlukan untuk membuat posisi produk ini berbeda dan superior dibandingkan produk pesaing.
2.    Hargamerupakan bagian penting nilai pelanggan dan profitabilitas usaha. Harga tinggi memang baik untuk margin tapi dapat menyebabkan volume pelanggan yang rendah jika keuntungan bayangan kurang dari harga bayangan. Dalam pasar kompetitif dimana mungkin terdapat diferensiasi produk, market based pricing menyajikan rasional pricing dirancang untuk mengantar tingkatan tinggi nilai pelanggan dan profitabilitas usaha.
3.    Saluran distribusi merupakan sarana bagi pemasar untuk menentukan bagaimana dan dimana konsumen akan membeli barang yang diperlukan. Strategi saluran distribusi sendiri tidak sederhana, yang hanya sekedar memilih lokasi yang baik, tetapi lebih melihat bagaimana permintaan dari konsumen dari waktu ke waktu yang semakin canggih yang sejalan dengan perkembangan produk, merek pesaing dan akses informasi melalui internet. Keputusan saluran distribusi sangat mahal karena adanya faktor tanah, bangunan, lokasi penyuplai, kebutuhan infrastruktur IT, dan melihat saluran distribusi yang dikembangkan perusahaan.
4.    Promosiadalah bagaimana perusahaan mengkomunikasikan produk/jasanya kepada saluran distribusi dan pasar sasarannya untuk mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.Promosi dibedakan menjadi 3, yaitu penjualan pribadi (personal selling), penjualan massa (mass selling), dan promosi penjualan (sales promotion).

Keempat strategi tersebut saling mempengaruhi, sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi, yaitu Strategi Acuan/Bauran. Sedangkan strategi bauran pemasaran ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan unsur-unsur atau variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan pimpinan perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran.

1.6 Tujuan Sistem Pemasaran
Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah segala target dan kebijakan marketing yang telah ditetapkan oleh perusahaan melalui bagian pemasaran. Berdasarkan waktunya, tujuan pemasaran dibagi menjadi dua, yaitu :

1.    Jangka Pendek
Yang meliputi target penjualan secara menyeluruh pada tiap periode yang telah di tetapkan, misalnya target penjualan per kwartal, target penjualan tahunan dll.

2.    Jangka Panjang
Menanamkan kekuatan citra produk di pasar. Sehingga memiliki segmen pasar yang jelas dan stabil serta dikenal banyak orang.

Pada prakteknya, kedua tujuan ini umumnya disusun berdasarkan :

v  Target Pasar
Menentukan target pasar adalah hal yang sangat mempengaruhi hasil penjualan nantinya. Survey dan analisa mendalam diperlukan untuk dapat menetapkan target pasar se-spesifik mungkin. Kesalahan menetapkan target pasar dapat berakibat sangat fatal, yaitu kegagalan penjualan. Beberapa data target pasar berikut dapat dijadikan acuan :
-       Demografi pasar (Jenis Kelamin, Usia, Kelas Sosial dsb)
-       Kondisi wilayah pemasaran
-       Tingkat ekonomi wilayah

v  Kebutuhan Konsumen
Memahami tingkat kebutuhan konsumen terhadap suatu produk yang akan kita tawarkan adalah juga sangat mempengaruhi strategi pemasaran dan target penjualan nantinya. Produk bahan pokok relatif tidak membutuhkan promosi yang terlalu spesifik, akan tetapi untuk produk non-bahan pokok apalagi jika produk baru perlu ditunjang dengan strategi promosi yang tepat dan terencana.

v  Kepuasan Konsumen
Sasaran utama dalam setiap tujuan pemasaran adalah konsumen yang puas. Kepuasan konsumen ini sebisa mungkin dapat diukur, sehingga kontinuitas perbaikan tetap dapat dilakukan.

v  Strategi Pemasaran Terpadu
Komunikasi dan strategi pemasaran harus dibangun secara cermat berdasarkan semua data yang telah dikumpulkan dan tetap dapat dikontrol pelaksanaannya sehingga proses perbaikan terus terjadi (continuous improvement). Sifat strategi pemasaran harus lah dinamis dan mengikuti perkembangan tanpa meninggalkan atau melupakan citra produk yang ditawarkan.

Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai olehperusahaan melalui bagian pemasaran
1.    Titik awalnya adalah konsumen target
2.    Fokusnya adalah kebutuhan konsumen
3.    Sasarannya adalah laba melalui kepuasan konsumen
4.    Caranya melalui paduan antara promosi dan komunikasi pemasaran -> komunikasi pemasaran terpadu
Kepuasan konsumen akan tercapai apabila perusahaan mampu untuk menyediakan consumer value package, yang berupa :
1.    Produknya -> berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen
2.    Harganya -> dapat terjangkau oleh konsumen target
3.    Pelayanannya -> kepada konsumen memuaskan
4.    Citra produknya -> baik dari sudut pandang konsumen

Apabila kepuasan konsumen tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan meningkat, dan akhirnya tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba.Sebaliknya, apabila perusahaan melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut pandang produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun, sehingga laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian.Kepuasan konsumen adalah segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran atau marketing.

1.7 Pendekatan Dalam Mempelajari Pemasaran

Pendeketan-pendekatan dalam mempelajari sistem pemasaran adalah:
1.    Pendekatan Serba Fungsi:
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran, yaitu: pembelian, pengankutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan, penganggungan risiko, standarisasi dan grading, juga pengumpulan informasi pasar.
2.    Pendekatan Serba Lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal: produsen, suplier, perantara dagang,dll.
3.    Pendekatan Serba Barang (Organisasi Industri)
Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri.
4.    Pendekatan Serba Manajemen
Dilihat dari pendapatan manajer serta keputusan yang diambil.
5.    Pendekatan Serba Sistem
Menyangkut elemen-elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen, produksi, dan lembaga.


Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar