Teknik
analisis meramalkan kas perusahaan adalah teknik untuk mengetahui keadaan sehat
atau tidaknya kas pada perusahaan di masa mendatang ataupun sekarang.
Teknik
ini digunakan untuk:
1. Menilai
apakah kinerja perusahaan sesuai dengan target umum perusahaan itu sendiri dan
harapan investor
2. Mengestimasi dampak dari perubahaan operasi
Estimasi Penjualan
3. Mengantisipasi
kebutuhan pedanaan perusahaan dimasa depan
4. Menentukan rencana yang
memaksimalkan nilai pemegang saham
1.1 Keuangan Perusahaan
Merupakan
lembaga yang melaksanakan fungsi utama menyalurkan dana dari yang surplus/
berlebih kepada mereka yang kekurangan dana.Keuangan perusahaan dibagi menjadi
3 :
1. Devestasi
2. Hak memesan Efek terlebih dahulu
3. Kebangkrutan
Adapun
jenis-jenis perusahaan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Bank
Komersial (Commercial Banks)
Lembaga simpanan yang
memiliki asset utama berupa pinjaman dan kewajiban utama lain yaitu tabungan
(deposits).
2. Thrifts
Lembaga simpanan dalam
bentuk tabungan atau pinjaman, savings banks dan credit unions.
3. Perusahaan
asuransi
Lembaga keuangan yang
menjaga individu dan perusahaan (policy holders) dari even/kejadian yang buruk.
4. Perusahaan
sekuritas dan bank investasi
Lembaga keuangan yang
menjamin sekuritas dan terlibat dalam kegiatan sehubungan seperti broker surat
berharga, jual beli surat berharga, dan menghasilkan pasar dimana surat
berharga diperdagangkan.
5. Perusahaan
Pembiayaan (Finance companies)
Lembaga penghubung keuangan
yang memberi pinjaman kepada individu dan bisnis.
6. Reksa
dana (Mutual Funds)
Lembaga keuangan yang menawarkan rencana simpanan dimana dana
milik partisipan mengakumulasi tabungan selama tahun bekerja mereka sebelum
diambil selama tahun penisun mereka.
1.2 Estimasi Penjualan
Peramalan
penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu
perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila disajikan dengan
benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan
dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan. Apabila perencanaan keuangan
dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan mampu untuk berusaha
secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Estimasi
penjualan untuk bisnis anda didasarkan pada penilaian anda : keuntungan dari
produk atau layanan, pelanggan, ukuran pasar anda, dan pesaing anda. Ini harus
mencakup penjualan dalam unit dan Rupee untuk tahun berikutnya tiga, dengan
tahun pertama dipecah oleh kuartal kalau itu sesuai untuk industri anda. Angka-angka ini akan
sangat penting untuk dokumen keuangan lain yang anda hadir nanti dalam rencana.
1.3 Estimasi Produksi
Penentuan
yang akurat untuk menentukan strategi pemasaran yang lebih efisien bahwa salah
satu dari mereka menggunakan alat Estimasi Produksi (AEP). Penelitan ini
bertujuan untuk menentukan efektifitas tertinggi AEP.
AEP
tes yang dilakukan terhadap efektifitas dua model pengukuran modifikasi AEP 40
cmx40cm dan 50 cm x 50 cm dengan dua cara mengukur, yang pertama adalah di 5
titik pengukuran dan yang kedua adalah dalam 6 poin pengukuran. Sampel sebanyak
30 pohon jeruk produktif, dihitung kepadatan buah dalam AEP untuk kemudian
berkorelasi dengan jumlah buah per pohon.
Hasilnya menunjukkan bahwa
yang paling efektif adalah AEP berukuran 50 cm x 50 cm dengan 4 kuadran titik
pengukuran. Hal ini didasarkan pada standar Error Estimasi koefisien terendah
dan tertinggi 38,85 korelasi 0,732 dengan model regresi linier Y = 14,69+13.31X.
1.4 Estimasi Pembelian Bahan Langsung
Pembelian
barang secara langsung baik berupa langsung maupun sistem online. Estimatis ini
sangat menguntungkan bagi penjual maupun bagi pembeli. Karena penjual bisa
memprodukkan barang dagangannya dengan cara sistem online dan si pembeli juga
dapat lebih menguntungkan dan menghematkan.
karena
pembeli tidak perlu meluangkan waktu yang lama untuk datang dan pergi ke sana.
cukup hanya dengan berada di depan
komputer dan memilih barang mana yang akan di belinya. Lalu mentransferkan jumlah
uang yang sudah tertera, dengan cara seperti itu pihak pembeli maupun pihak
penjual dapat memperolehkan keuntungan.
1.5 Estimasi Pemakaian Bahan Langsung
Barang
yang bisa langsung digunakan tanpa memerlukan proses terlebih dahulu atau
barang yang sudah dibeli bisa langsung dipakai atau digunakan. sebagai contoh :
pakaian, mobil, makanan ataupun minuman, dll. Barang-barang itu bisa langsung
di pakai tanpa di proses lagi seperti barang yang lain.
1.6 Upah Langsung
Upah
yang diberikan atasan atau manajer tanpa atau lewat perantara, upah ini diberikan
langsung kepada orangnya langsung atau kepada karyawan itu sendiri. Tidak
diberlakukan sistem kartu kredit.
1.7 Estimasi Beban Fabrikase
Adalah
estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikasi.
1.8 Estimasi Harga Pokok Penjualan
Harga
yang sudah mutlak atau harga pokok barang yang dijual tanpa bisa mengalami
perubahan, harga ini sudah mutlak diberikan si penjual untuk si pembeli agar
tidak terjadi negosiasi dalam penjualan barang ini.
Ringkasan
dari anggaran produksi dengan memperhatikan tingkat persediaan akhir. Data yang
diperlukan :
§ Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi, anggaran bahan langsung, anggaran over head dan anggaran tenaga langsung
§ Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang lain.
1.9 Estimasi Beban Penjualan
Beban si
penjual karena terdapat beberapa faktor yang membuat perusahaan atau si penjual
oleh pihak-pihak tertentu. Misalkan bebab pajak, kerusakan barang-barang,
apapun yang membuat perusahaan menjadi beban.
1.10
Estimasi
Beban Administrasi
Beban administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan politik pada
saat ini. Badan Penelitian Eim estimasi total biaya administrasi di sektor
pekerjaan sementara. Penyebab utama dari ukuran biaya administrasi di sektor
pekerjaan sementara adalah:
·Tingginya
jumlah pekerja pekerjaan sementara dan tingginya laju perubahan pada pekerja
pekerjaan sementara (rata-rata tahunan: 1,3 juta pendaftaran, 1,1 juta
penempatan dan 15,6 juta pembayaran remunerasi)
·Perubahan
undang-undang banyak dan perubahan kecil yang menghadapi sektor pekerjaan
sementara
·Penerapan
sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu), yang
melekat pada penggunaan pekerja flex.
1.11
Estimasi
Laba Rugi
Rekening-rekening
laporan laba rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan,
biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan pada suatu periode
tertentu, yaitu meliputi:
a. Laba
merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari
pendapatan operasional perusahaan.
b. Rugi
yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.
Teknik
Analisis Data Dalam teknik analisis data yang akan dilakukan terdiri dari
beberapa langkah yaitu meliputi:
1. Peramalan
Penjualan
Untuk
menyusun peramalan keuangan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode
regresi linier dan model-model yang terkomputerisasi. Analisis regresi
merupakan metode yang lebih umum digunakan untuk meramalkan kebutuhan-kebutuhan
keuangan dan tidak terlalu mudah terkena perangkap potensial dan metode
prosentase penjualan.Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan untuk
menganalisa data adalah :
Y
= a + bX
|
Keterangan :
Y = variabel dependen
a = intersep (titik potong kurva terhadap
sumbu Y)
b = kemiringan (slope) kurva linier
X = variabel independen.
Persamaan di atas dapat digunakan untuk
menaksir nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y
yang dipotong oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila
X=0).
Nilai b adalah kemiringan (slope) kurva
linier yang menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan
setiap unit nilai X. besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linier.
2. Tingkat
Pertumbuhan Penjualan
Adapun persamaan yang
digunakan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan penjualan :
Gt = Tingkat Pertumbuhan
Penjualan
SRt= Penjualan pada tahun
tSRt-1= Penjualan pada tahun t-1
1. Penentuan
besarnya AFN (Additional Fund Needed)
3. Peramalan
Laporan Laba Rugi
1.12
Estimasi
Kas
Laporan
keuangan yang menunjukkan berapa uang yang dimiliki perusahaan itu, karena
dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui jumlah uang atau kas yang ada. Apakah perusahan tersebut memperoleh keuntungan
atau kenaikan kas atau bahkan memperoleh penurunan kas.
Referensi:
3. http://talentiakristi.wordpress.com/2012/12/30/bab-xii-teknis-analisis-meramalkan-kas-perusahaan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar