Senin, 23 Desember 2013

BAB 7 MANAJEMEN PRODUKSI



Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.


1.1  Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang setelah manusia menghasilkan barang dan jasa. Pesatnya perkembangan manajemen produksi teradi berkat dorongan dari beberapa faktor yang menunjang, yaitu:
1.    Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha untuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja. Agar produksi efektif dan efesien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas – azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaan yang baik. Pekerjaan yang semula terkonsentrasi pada satu pihak dapat dibagikan untuk ditangani oleh pihak – pihak lainnya, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik pada waktu yang telah ditentukan.
Spesialis kerja memungkinkan peningkatan keahlian seseorang. Dan makin meningkatnya keahlian membuat yang bersangkutan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih singkat, dengan kualitas lebih baik. Ini akan mengurangi biaya produksi sehingga memungkinkan untuk lebih bertahan dalam persaingan pasar. Kondisi ini juga memungkinkan tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi pada tiap satuan waktu tertentu.
2.    Revolusi industri
Pada dasarnya revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi Industri di Inggris tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi, budaya dan politik yang lebih luas. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri dan teknik di Eropa.
Dampak perkembangan industrinya terlihat pada pengusaha yang memiliki modal besar. Kehidupan perdagangan terus meningkat, tetapi para pengusaha kecil dengan peralatan kerja kuno menjadi terdesak. Perkembangan industri sebagai hasil revolusi terlihat pada:
1.    Bertambahnya penggunaan mesin
2.    Efesiensi produksi batu bara, besi dan baja
3.   Pembangunan jalan kereta api, alat transportasi dan alat komunikasi lainnya
4.    Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan
Industrialisasi ini berhasil meningkatkan pengolahan hasil produksi yang melebihi kebutuhan sendiri, sehingga membutuhkan aktivitas pemasaran.
3. Perkembangan alat dan teknologi yang mencangkup penggunaan komputer
Akhir – akhir ini manajer produksi banyak memberikan perhatian pada perkembangan teknologi canggih. Terdapat perubahan yang drastis atau radikal dalam penggunaan alat dan teknologi produksi seperti penggunaan robot, alat perkantoran yang otomatis, dan lain – lain. Pada banyak hal, manajer produksi mengintegrasikan teknologi canggih ini ke dalam bisnis.
4.    Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencangkup metode ilmiah, hubungan antarmanusia dan model keputusan
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan (work studies) memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut:
1.    Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
2. Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah
3.    Pelatihan pekerjaan dengan metode baru
4.    Pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja

1.2  Pengertian Manajemen Produksi
Pengertian manajemen produksi tidak terlepas dari pengertian manajemen. Dalam manajemen didapati kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan kegiatan – kegiatan orang lain. Dalam pengertian ini terdapat tiga unsur penting, yaitu:
1.    Adanya orang yang lebih dari satu
2.    Adanya tujuan yang ingin dicapai
3.  Adanya orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan tersebut

Sering kali pengertian manajemen dikaitkan dengan pengertian organisasi. Sedangkan organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen atau alat manajemen dalam mencapai tujuannya.
Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber – sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efesien, untuk menciptakan dan menambahkan kegunaan (utility) suatu barang atau jasa. Banyak upaya yang dilakukan dalam manajemen produksi terkait dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas. Dalam peningkatan produktivitas dijumpai dua permasalahan penting, yaitu:
1.    Produktivitas akan meningkat bila terdapat perbaikan kondisi
2. Beberapa peningkatan produktivitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan, karena hasilnya hanya terkait dengan perbaikan pada bidang tertentu, sedangkan bidang lainnya tidak terpengaruh

1.3  Pengertian Produksi
Istilah produksi digunakan dalam organisasi yang menghasilkan keluaran atau output berupa barang maupun jasa. Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentranspormasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Dalam pengertian umum inilah sekarang berkembang istilah industri, seperti industri manufaktur, industri pengolahaan hasil – hasil pertanian atau angro-industri, industri pengolahan hasil – hasil pertambangan, industri pariwisata, industri jasa keuangan, industri jasa perdagangan dan industri angkutan. Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksudkan sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi atau setengah jadi, barang industri, suku cadang maupun komponen – komponen penunjang. Dalam pengertian ini, produksi dimaksudkan sebagai kegiatan pengolahan dalam pabrik. Hasil – hasil produksinya dapat barang konsumsi maupun barang industri.
Pengertian industri dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan atau utilitas suatu barang  dan jasa. Penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena bentuk dan tempat ini membutuhkan faktor – faktor industri.

1.4  Proses Produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari  2 segi, yaitu:
1.    Kelangsungan hidup
a.    Produksi Terus-menerus (Continuous Production)
Produksi terus-menerus dilakukan sebagai proses untuk untuk mengubah bentuk barang – barang. Dalam proses produksi ini walaupun terjadi perubahan model, susunan dan fungi alat – alat mesin yang dipakai tidaklah berubah. Misalnya penggergajian kayu mengubah balok menjadi papan, karet menjadi ban ataupun dalam proses perakitan mobil, walaupun terjadi perubahan bentuk tetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat – alat mesin. Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar (massal).
b.    Produksi yang Terputus-putus (Intermitten Production)
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat – alat, pengaturan kembali alat – alat, dan penyesuaian yang terus menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan. Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuia dengan keperluan pemesanan.
2.    Teknik
a.    Proses ekstrakfif : suatu proses pengambilan langsung dari alam, seperti kayu, perikanan dan pertambangan
b.    Proses analitis : proses memisahkan bahan – bahan, seperti minyak mentah menjadi minyak bersih
c.    Proses pengubahan : proses perubahan bentuk, seperti alat – alat rumah tangga
d.    Proses sintesis : proses mencampur dengan unsur – unsur lain, seperti bahan – bahan kimia.

1.5  Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Dalam mengatur dan mengkoodinasikan pengunaan sumber – sumber daya, manajer produksi perlu membuat keputusan – keputusan yang berhubungan dengan upaya – upaya untuk mencapai tujuan, agar barang – barang dan jasa – jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat diharapkan, yaitu tepat mutu (kualitas), tepat jumlah (kuantitas) dan tepat waktu dengan biaya rendah.
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil, terdapat macam – macam pengambilan keputusan, yaitu:
1.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengambil resiko
3.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain
Bidang produksi mempunyai 5 tanggung jawab keputusan utama, yaitu:
1.    Proses
Keputusan – keputusan dalam kategori ini menentukan fisik atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa. Keputusan mencakup jenis peralatan dan teknologi, arus proses, tata letak (lay out) peralatan, dan seluruh aspek fisik pabrik atau fasilitas jasa layanan.
2.    Kapasitas
Keputusan kapasitas dimaksudkan untuk menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyediaan pada waktu yang tepat. Kapasitas jangka panjang ditentukan oleh besarnya kapasitas fisik yang dibangun. Dalam jangka pendek kapasitas kadang – kadang diperbesar dengan mengadakan sub-kontrak pada pihak luar atau penambahan regu ekstra atau menyewa ruangan/peralatan tambahan.
3.    Persediaan
Dalam manajemen produksi, penentuan dan pengelolaan tenaga kerja atau sumber daya manusia menempati posisi sangat penting. Proses produksi tidak mungkin berlangsung tanpa tenaga kerja yang menggarap kegiatan untuk menghasilkan produk, baik berupa barang atau jasa. Keputusan tentang tenaga kerja mencakup seleksi penggajian, pelatihan, penempatan, penyeliaan atau supervisi.
4.    Mutu/kualitas
Fungsi produksi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar terhadap mutu atau kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. Mutu merupakan tanggung jawab produksi yang penting dan harus didukung oleh organisasi secara keseluruhan.

1.6  Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan kegiatan yang cakupannya cukup luas, dimulai dari analisis dan penetapan keputusan sebelum dimulainya kegiatan produksi. Keputusan – keputusannya bisa berjangka panjang seperti keputusan – keputusan pada waktu penyiapan. Atau bisa juga berupa keputusan pelaksaan kegiatan produksi serta pengoperasian yang pada umumnya berjangka pendek. Dengan demikian, manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoperasiannya.
Penambahan dalam perancangan atau desain sistem produksi meliputi:
1.    Seleksi dan desain hasil produksi (produk)
Kegiatan produksi harus dapat menghasilkan produk beruapa barang atau jasa dengan seacar efektif dan efesien serta dengan kualitas yang baik. Kegiatan produksi harus diawali dengan kegiatan – kegiatan penelitian atau riset serta upaya – upaya pengembangan produk. Dari riset dapat diputuskan produk apa yang akan dihasilkan, bagaimana desain serta spesifikasinya.
2.    Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
Setelah dilakukannya seleksi terhadap produk, kegiatan yang harus dilakukan adalah menentukan jenis proses yang akan dipergunakan serta peralatannya. Kegiatan ini dimulai dari penyeleksian dan pemilihan jenis proses yang akan dipergunakan. Selanjutnya menentukan teknologi dan peralatan yang dipilih dalam pelaksanaan kegiatan produksi tersebut.
3.    Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
Dalam pemilihan lokasi, perlu diperhatikan faktor jarak kelancaran dan biaya pengangkutan dari sumber – sumber bahan bekas serta biaya pengangkutan barang jadi ke pasar.
4.    Rancangan tata-letak (lay out) dan arus kerja atau proses
Rancangan tata letak harus mempertimbangan antara kelancaran arus kerja,optimalisasi waktu pergerakan dalam proses, kemungkinan kerusakan yang terjadi karena pergerakan dalam proses. Rancangan tata letak yang baik dapat meminimalkan biaya yang timbul dari pergerakan dalam proses atau material handling.
5.    Rancangan tugas
Rancangan tugas harus merupakan kesatuan dari human enginering, dalam rangka menghasilkan rancangan kerja yang optimal. Penyusunan rancangan tugas harus pula memperhatikan kelengkapan tugas yang terkait dengan variabel tugas dalam struktur teknologi serta mutu suasana kerja yang ditentukan oleh variabel manusianya.
6.    Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
Dalam strategi produksi dan operasi harus terdapat pernyataan tentang maksud dan tujuan prosuksi dan operasi, serta misi dan kebijakan – kebijakan dasar untuk lima bidang, yaitu proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja dan mutu.


1.7  Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
·         Fungsi Produksi dan Operasi
Secara umum fungsi produksi terkait dengan pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa yang akan memberikan pendapatan bagi perusahaan, berikut ini 4 fungsi terpenting dalam produksi dan operasi:
1.    Proses pengolahan merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk mengolahan masukan
2.    Jasa – jasa penunjang merupakan sarana berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien
3.    Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu
4.    Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masukan dapat dilaksanakan

·         Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur – unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.
Masukan – masukan dikonversi menjadi keluaran berupa barang dan/ jasa dengan menggunakan teknologi pengolahan tertentu. Informasi unpan balik digunakan untuk mengendalikan teknologi proses atau masukan. Kegiatan ini merupakan tanggung jawab manajer produksi dan operasi, untuk menggunakan informasi umpan balik secara kontinyu dengan menyesuaikan bauran dan teknologi yang dibutuhkan untuk memperoleh keluaran yang diinginkan.

1.8  Lokasi dan Lay Out Pabrik

Sebelum pemimpin perusahaan menentukan lokasi perusahaan pada suatu tempat, ada baiknya pimpinan perusahaan mendasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang benar-benar cermat terhadap semua faktor yang mempunyai peranan penting dalam menjalankan aktivitas perusahaan sebab pemilihan yang salah tidak akan menguntungkan perusahaan.
Adapun pentingnya pemilihan lokasi, karena akan mempengaruhi kedudukan peusahaan dalam persaingan hidup perusahaan itu sendiri. Penentuan lokasi perusahaan mempunyai tujuan yaitu supaya perusahaan dapat beroperasi dengan lancar.
Beberapa faktor yang dijadikan alasan untuk memilih lokasi perusahaan tidak lepas dari pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a) Faktor Transportasi
b) Faktor Tenaga Kerja
c) Faktor Bahan Baku

Referensi:
1.      M. Fuad, Chrisine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus YEF, Pengantar Bisnis, Gramedia, Jakarta, 2000
2.      http://safiram.wordpress.com/2012/11/28/manajemen-produksi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar