1.1 Manajemen
·
Pengertian dan peranan
Manajemen
Apakah
Manajemen itu ?
Begitu
luasnya pengertian manajemen sehingga tidak ada definisi yang secara konsisten
digunakan oleh semua orang. Dalam hal ini dua definisi manajemen dikemukan
sebagi berikut :
1. Mary
Parker Follet, manajemen merupakan seni (art) dalam meyelesaikan pekerjaan
melalui orang lain.
2. James
AF Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber
daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Luther
Gullick, manajemen suatu ilmu (science).
4. James
H. Donnelly Jr.; James L. Gibson; dan Jhon M. Ivancevich, manajemen adalah
proses dari seseorang atau beberapa individu untuk mengkoordinasi
kegiatan-kegiatan dari orang lain untuk memperoleh hasil yang tidak dapat
dilakukan seorang individu saja.
5. Karthryn
M. Bartol dan David C. Marten, manajemen adalah proses untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan dari empat fungsi
utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin
(leading), dan mengendalikan (controlling).
6. Chuck
Williams (2001), manajemen adalah menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Jadi seorang manajer bukanlah mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Dia bekerja
melalui orang-orang yang memiliki kemampuan-kemampuan teknis di lapangan, tanpa
mengerjakan teknisnya (walaupun bukan berarti seorang manajer tidak memiliki
kemampuan teknis).
7. Murti
Sumarni-John Soeprihanto (1995), manajemen merupakan suatu proses yang terdiri
atas kegiatan-kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta
mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber
daya yang lain. Pemanfaatan sumber daya-sumber daya lain dalam perusahaan
meliputi sumber daya bahan baku produksi, sumber keuangan, mesin-mesin, dan
cara yang digunakan dalam pemanfaatan yang efisien dan efektif.
Berdasarkan uraian tersebut
manajemen dapat diartikan sebagai bekerja dengan orang-orang dengan
memanfaatkan sumber daya organisasi untuk menentukan, menginterpretasikan dan
mencapai tujuan-tujuan melalui pelaksanaan atau proses fungsi-fungsi POLC
(Planning, Organizing Leading, Controlling).
Semua
bentuk organisasi dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha
pencapaian tujuan menjadi lebih mudah.
Secara
spesifik ada tiga alasan utama dibutuhkannya manajemen dalam organisasi, yaitu:
1. Mencapai
tujuan, manajemen mempermudah pencapaian tujuan organisasi dan pribadi.
2. Menjaga
keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, manajemen menyeimbangkan
tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan di antara
pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi (stakeholders) seperti
pemilik, karyawan, konsumen, pemasok dan lain-lain.
3. Mencapai
efisiensi dan efektifitas, efisiensi dan efektifitas merupakan ukuran prestasi
organisasi.
·
Latar Belakang Sejarah Manajemen
Banyak
kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen, namun diketahui bahwa
ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan
adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000
orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada
seseorang tanpa memedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu yang
merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan
bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian
tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Piramida
di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya
seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja,
dan mengontrol pembangunannya.
Praktik-praktik
manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia,
Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan. Penduduk
Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak
kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di
gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal; pada
tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut.
Hal ini mirip dengan model lini perakitan yang dikembangkan oleh Henry Ford
untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan, orang Venesia memiliki
sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya
manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak
pendapatan dan biaya.
Daniel
Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran
awal, era manajemen sains, era manusia sosial, dan era moderen.
·
Fungsi dan Proses Manajemen
Fungsi
manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam
proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan.Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh
seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika
itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir,
memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi
tersebut telah diringkas menjadi tigayaitu:
1. Perencanaan
(planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang
dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara
keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi
berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat
apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan
perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen
karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian
(organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam
melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan
cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus
mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang
bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus
diambil.
3. Pengarahan
(directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial
dan usaha.
·
Ciri - Ciri Manajer
Profesional
Profesional
diartikan sebagai ciri-ciri kekuatan yang dimiliki seseorang berupa keahlian,
kompetensi, kerja efisien, keterampilan, kualifaid-pandai, berpengalaman, dan
sifat mengagumkan. Dalam konteks SDM, manajemen profesional adalah pelaksanaan
fungsi-fungsi tersebut dalam pengembangan mutu SDM secara profesional. Lawannya
adalah manajemen amatiran yang ciri-cirinya bertentangan dengan ciri-ciri
manajemen profesional.
Ciri-ciri
manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi operasional
dan manajerial yakni:
1. Berbudaya
korporat: transparansi, independensi,
responsif, akuntabilitas, dan kejujuran.
2. Dukungan
manajemen puncak.
3. Bermanfaat
untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
4. Berorientasi
ke masa depan dengan pendekatan holistic.
5. Berdimensi
jangka panjang dan bersinambung.
6. Sistem
nilai prinsip efisiensi dan efektivitas.
7. Dilakukan
secara terencana atau terprogram.
8. Monitoring
dan evaluasi serta umpan balik.
9. Dilakukan
oleh pelaku dan tentunya pimpinan unit yang memiliki:
a. Kompetensi
atau keahlian dan pengalaman panjang di bidangnya
b. Sifat
haus pada tantangan-tantangan
c. Sikap
dan keterampilan inovatif, kreatif, inisiatif dan efisien
d. Integritas
tinggi
e. Menghargai
profesi lain
f. Sifat
yang selalu siap menghadapi setiap resiko
g. Bertanggung
jawab atas setiap kata dan perbuatannya
10. Penggunaan
teknologi tepat guna.
11. Kepemimpinan
dalam membangun komitmen.
12. Partisipasi
aktif semua anggota
13. Kerjasama
tim.
14. Pemberian
penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang
pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).
15. Persuasi
pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui
konsultasi-bimbingan dan pendidikan-pelatihan bersinambung.
·
Keterampilan Manajemen Yang
Dibutuhkan
Berkaitan
dengan hubungan antar pribadi:
1. Pemimpin
lambang (figurehead) atau kepala simbolis
Diperlukan untuk menjalankan sejumlah
kewajiban rutin yang bersifat legal dan social.
2. Pemimpin
(leader)
Bertanggung jawab untuk memotivasi dan
mengaktifkan bawahan, bertanggung jawab untuk mengisi posisi yang kosong
(staffing), melatih dan tugas-tugas yang terkait
3. Penghubung
(liaison)
Memelihara suatu jaringan kontak luar
yang berkembang sendiri yang memberikan dukungan dan informasi.
Berkaitan dengan Informasi:
1. Pemantau
(monitor)
Sebagai pusat saraf.
2. Penyebar
(dissiminator)
Meneruskan informasi yang diterima dari
orang luar atau dari bawahan kepada anggota organisasi.
3. Jurubicara
(spokesperson)
Meneruskan informasi kepada orang luar mengenai
rencana, kebijakan, tindakan dan hasil organisasi.
Berkaitan dengan
pengambilan keputusan:
1.
Wirausaha (entrepreneur)
Mencari
kesempatan dalam organisasi dan lingkungannya serta memprakarsai “proyek-proyek
perbaikan” untuk menimbulkan perubahan informasi internal dan eksternal tentang
organisasi
2.
Pengendali gangguan
(disturbance handler)
Bertanggung
jawab atas tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan mendadak dan
penting.
3.
Pengalokasi sumber daya
(resource allocator)
Bertanggung
jawab terhadap alokasi segala sumber daya organisasi.
4.
Perunding (negotiator)
Mewakili
organisasi pada perundingan-perundingan utama.
1.2 Organisasi
·
Definisi organisasi
Terdapat
beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu
sama lain dan ada pula yang berbeda.[ Organisasi pada dasarnya digunakan
sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara
rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali
dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan),
sarana-parasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan
efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut
para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
1. Stoner
mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui
mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
2. James
D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Chester
I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas
kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
4. Stephen
P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah
organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti
penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi
sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik
adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya,
karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam
masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang
yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus
menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan
tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam
keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang
dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
·
Pentingnya Mengenal
Oraganisasi
Kepribadian
akan muncul dan berkembang dengan seiringnya waktu. Kepribadian kita pun tidak
bisa terbentuk karena pendidikan formal yang kita jalani. Kenapa? karena
pendidikan formal itu hanya membentuk hardskill kita. Lalu dimana kita bisa
membentuk kepribadian kita? yap! dengan mengikuti suatu organisasi.Kita mungkin
berpikir ‘untuk apa mengikuti kegiatan yang kerjanya cuma menghabiskan waktu
dan tenaga? Itu adalah salah besar, karena berorganisasi sama saja dengan
mendidik kita untuk jadi makhluk sosial. Dengan berorganisasi, kita diajari
cara menghargai pendapat dan perbedaan serta cara memimpin yang baik. Dengan
begitu softskill kita akan berkembang dan nantinya akan sangat digunakan dalam
dunia kerja.
Organisasi
memiliki jiwa, karakter, jati diri, sejarah, kisah, suka, sedih, cita-cita,
harapan dan lain-lain. Ada beberapa hal yang harus kita sadari dalam
berorganisasi. Bahwa organisasi ini milik banyak orang, semua anggota, bukan
milik pengurus atau ketua. Sedemikian banyak orang yang memiliki karakter, sifat,
bahasa, kebiasaan yang berbeda memberi kita kesempatan belajar jenis-jenis
manusia. Jika organisasi tersebut memang tidak bisa diperbaiki dari dalam,
dengan atau tanpa kehadiran kita, memang sebaiknya kita keluar. Tetapi jika
kita berpikir lebih luas karena organisasi ini dapat memberi manfaat bagi
banyak orang, dan kita merasa mampu memperbaikinya, sebaiknya kita tetap
bertahan. Seringkali organisasi ditangani secara salah, dan mungkin kita orang
yang terpilih untuk berperan lebih. Apa yang kita tahu, tidak ada usaha yang
sia-sia. Membangun organisasi, sejatinya juga membangun kepribadian kita.
Apalagi jika dalam usia muda sudah mengenal dunia organisasi.
Tapi,
jangan berpikir kalau kita hanya ikut-ikutan saja dalam mengikuti suatu
organisasi kita langsung mempunyai kepribadian yang bagus. Karena dalam
pembentukan kepribadian itu butuh proses. Apabila kita dalam organisasi
tersebut sangat berperan dalam kegitan dan mempunyai tujuan yang jelas serta
memiliki benih sifat kepemimpinan, tanggung jawab, bijaksana, dan sebagainya
untuk mengikuti suatu organisasi kemahasiswaan dengan harapan dapat
mengembangkan sifat-sifat tersebut sehingga terbentuklah kepribadian yang baik.
Setelah
kita tau bagaimana organisasi itu sangat membentuk kepribadian seseorang dengan
sangat luarbiasa. Pasti betapa ruginya orang yang hanya berdiam diri tanpa
melakukan suatu kegiatan. Apalagi kini kita sudah mengenal apa itu suatu
organisasi. Mumpung kita para mahasiswa yang masih mencari kepribadian, pasti
bila mengikuti organisasi sangat membantu kita dalam pembentukan kepribadian
itu sendiri.
·
Bentuk – Bentuk Organisasi
1. Organisasi
Garis
Oleh Henry Fayol (Paris), bentuk
organisasi yang paling sederhana dan paling tua, digunakan di kalangan militer
dengan jumlah karyawan yang masih sedikit dan saling kenal, dan spesialisasi
kerja yang belum begitu tinggi.
Kelebihan:
a. Kesatuan
komando baik karena pimpinan berada di atas satu tangan
b. Proses
pengambilan keputusan berjalan dengan cepat.
c. Solidaritas
karyawan tinggi karena saling kenal.
Kekurangan:
a. Jika
sang pemimpin tidak mampu maka akan mudah jatuh
b. Ada
kecendrungan bertindak otokratis
c. Kesempatan
berkembang terbatas
2. Organisasi
Fungsional
Oleh F.W. Taylor, pimpinan-pimpinan yang
ada tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan mempunyai
wewenang memberik komando sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan
tersebut.
Kebaikan:
a. Pembagian
tugas jelas
b. Spesialisasi
karyawan dapat dikembangkan dan digunakan dengan maksimal
c. Digunakan
tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsi-fungsinya.
Keburukan:
a. Spesialilsasi
menyebabkan susah “tour of duty”
b. Karyawan
mementingkan bidangnya sehingga sukar melaksanakan koordinasi.
3. Organisasi
Garis dan Staf
Oleh Harrington Emerson, biasanya
digunakan oleh organisasi besar dengan daerah kerja yang luas dengan bidang
tugas yang beraneka ragam serta rumit. Memiliki satu atau lebih tenaga staf
tenaga ahli yang memberi saran atau nasihat.
Kebaikan:
a. Dapat
digunakan oleh tenaga organisasi sebesar apapun dan sekompleks apa pun.
b. Keputusan
yang matang dan sehat dapat diperoleh karena adanya tenaga ahli.
c. Dapat
mewujudkan “The right man in the right place”.
Keburukan:
a. Solidaritas
sukar diwujudkan karena tidak saling kenal
b. Koordinasi
kadang sukar diterapkan karena terlalu luasnya organisasi
4. Organisasi
Staf dan Fungsional
Merupakan kombinasi organisasi staf dan
funsional, memiliki kekurangan dan kelebihan seperti halnya organisasi staf dan
fungsional.
·
Prinsip – Prinsip Organisasi
1. Prinsip
Perumusan Tujuan
Sebelum suatu organisasi/badan/lembaga,langkah
hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat tujuan dibentuknya
organisasi/badan.lembaga tersebut. Tujuan yang dibuat haruslah sangat jelas
karena tujuan tersebut yang akan menentukan hal-hal yang harus diperbuat atau
dilakukan oleh organisasi yang telah terbentuk tersebut.
2. Prinsip
Pembagian Kerja
Dalam penata laksanaan kegiatan
oragnisasi kita harus melakukan pembagian tugas/kerja/unit untuk menghindari
kemungkinan adanya pekerjaan yang tertumpuk dan terjadinya kelalai dalam
pekerjaan pada sebuah unit kerja organisasi.
3. Prinsip
Pendelegasian Kekuasaan/Wewenang
Dalam menjalankan kegiatan,suatu unit
harus diberi kekuasaan/ untuk melaksanakan tugas tugasnya agar dapat dimintai
pertanggung jawabannya.
4. Prinsip
Tingkat Pengawasan
Berjalannya suatu organisasi dalam
mencapai tujuan yang telah ditentukan,harus
kita pastikan untuk selalu menjalankan dan melaksanakan sistem
pengawasan, karena jika sistem pengawasan tidak ada maka tidak mungkin sebuah
organisasi dapat mencapai tujuannya dengan maksimal. Maka karena itu,pembuatan
organisasi harus memperhatikan aspek dari kemudahan sistem pengawasan
5. Prinsip
Rentang Manajemen
Dalam suatu organisasi perlu kita
perhatikan suatu efektivitas dan sebuah efisiensi dari seorang pemimpin yang
dapat membawahi beberapa orang yang dibawahinya sehingga seorang pemimpin dapat
melakukan tugas kepemimpinannya secara efektif,efisien dan maksimal serta dapat
melakukan tugas pengawasan secara optimal.
6. Prinsip
Kesatuan Perintah
Dalam menjalankan sebuah
organisasi,seseorang bawahan biasanya mempunyai seorang bos atau atasan. Dari
bos tersebutlah kita menerima perintah dan kepada bos tersebutlah kita
memberikan laporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan pekerjaan kita.
7. Prinsip
Kordinasi
Prinsip kordinasi ada usaha untuk
mengarahkan seluruh kegiatan unit-unit organisasi agar tertuju pada pencapaian
tujuan organisasi secara keseluruhan. Adanya pembagian tugas kepada unit unit
kerja tersebut terkadang tanpa kita sadari menimbulkan kecenderungan untuk
memisahkan diri dari tujuan organisasi secara keseluruhan. Untuk itu,
koordinasi diperlukan agar kita terhindar dari sebuah konflik, dengan
mengurangi duplikasi tugas, mengurangi pengangguran, dan memperkuat kerjasama.
·
Ketrampilan manajemen yang
dibutuhkan
Seperti
tiap orang yang ingin karirnya maju, masa depan karir anda juga di tentukan
oleh keterampilan yang dimiliki dan dapat anda jual pada perusahaan.
Berikut
keterampilan yang dibutuhkan :
1. Keterampilan
bahasa asing
2. Keterampilan
bidang mesin dan teknik lainnya
3. Keterampilan
bidang sumber daya manusia
4. Keterampilan
di bidang komputer
5. Keterampilan
mengajar
6. Keterampilan
bidang keuangan
7. Keterampilan
bidang kimia dan matematika
8. Keterampilan
memecahkan masalah
9. Keterampilan
bidang hukum dan peraturan
·
Sebab keberhasilan dan
kegagalan organisasi
Sebab
keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi sangat berhubungan dengan para
anggotanya. Sebab keberhasilan organisasi karena adanya kerja sama yang baik
antara anggota dalam suatu organisasi, sehingga tercipta keberhasilan di dalam
organisasi tersebut. Sebab kegagalan organisasi adalah adanya faktor intern
dalam organisasi tersebut.
Penyebab
kegagalan :
1. Kurangnya
kehandalan
SDM dan tidak kompeten dalam manajerial
serta kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan.
2. Kurangnya
pemahaman bidang usaha yang di ambil karena tidak dapat memvisualisasikandengan
jelas usaha yang akan digeluti.
3. Kurangnya
kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan (modal dan kendali kredit).
4. Gagal
dalam perencanaan. Kegagalan dalam menerapkan rencana biasanya karena rencana
yang telah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain atau sebuah idealis yang
belum pernah diaplikasikan.
5. Tempat
usaha dan okai yang kurang memadai.
6. Kurangnya
pemahaman dalam pengadaan, pemeliharaan, dan pengawasan bahan baku dan sarana
peralatan.
7. Ketidakmampuan
dalam melakukan peralihan/transisi perubahan teknologi.
8. Hambatan
birokrasi
9. Keuntungan
yang tidak mencukupi
10. Tidak
adanya produk yang baru
Keuntungan
Organisasi :
1. Otonomi
2. Tantangan
awal dan perasaan motif berprestasi
3. Kontrol
finansial
Langkah
menuju keberhasilan :
1. Memiliki
ide atau visi bisnis yang jelas
2. Kemauan
dan keberanian untuk menghadapi resiko, baik waktu maupun uang
3. Membuat
perencanaan usaha, mengorganisasikan dan menjalankannya
4. Mengembangkan
hubungan, baik dengan mitra usaha maupun dengan semua pihak yang terkaitdengan
kepentingan perusahaan.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar